- Antara
Perkuat Kemandirian Bangsa, Kapolri Beberkan Visi Besar Presiden Prabowo Hadapi Krisis Global
Jakarta, tvOnenews.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkokoh kedaulatan dan kemandirian Indonesia.
Langkah ini diambil sebagai respons strategis di tengah dinamika konflik global yang terus berkembang saat ini.
Jenderal Listyo Sigit menjelaskan bahwa visi kemandirian tersebut telah dituangkan ke dalam berbagai program kerja strategis, termasuk misi Astacita, 17 program prioritas, delapan program hasil terbaik cepat (quick wins), serta delapan sasaran prioritas nasional.
"Berbagai kebijakan tersebut diwujudkan melalui upaya hilirisasi energi dan industri serta swasembada pangan guna memperkuat kemandirian bangsa, sehingga Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri," ujar Listyo dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Minggu (8/3/2026).
Pemerintah, lanjut Kapolri, tengah memacu program hilirisasi di lintas sektor, mulai dari pengolahan bauksit, pengembangan baterai listrik, industri otomotif, semikonduktor, hingga komoditas strategis lainnya.
Secara total, terdapat setidaknya 18 program hilirisasi berskala besar yang sedang berjalan, termasuk proyek transformasi limbah menjadi energi (waste to energy) yang tersebar di 34 wilayah di Indonesia.
Selain penguatan pada sektor perikanan dan industri makanan, pemerintah juga fokus pada kedaulatan energi.
Upaya ini dilakukan dengan meningkatkan produksi minyak bumi (lifting minyak) melalui eksploitasi sumur baru, optimalisasi sumur tua, serta menekan angka impor pangan dan energi secara signifikan.
Menurut Kapolri, langkah-langkah ini bukan sekadar kebijakan teknis, melainkan strategi besar untuk menggerakkan roda ekonomi nasional.
"Berbagai upaya tersebut diharapkan dapat membuka ruang ekonomi dan lapangan kerja yang luas," tambahnya.
Kapolri juga menekankan pentingnya stabilitas keamanan guna menciptakan iklim investasi yang kondusif. Hal ini krusial agar aliran Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dapat terus tumbuh sejalan dengan program hilirisasi.
Di sisi lain, dalam menghadapi tensi geopolitik dunia, Kapolri menegaskan bahwa Indonesia konsisten menerapkan prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif. Posisi non-blok tetap dijaga ketat untuk meminimalisir dampak buruk dari eskalasi konflik internasional.
Kapolri menambahkan, Indonesia tetap berperan aktif dalam diplomasi perdamaian dunia.