- Istimewa
Warga Jakarta Selatan Ceritakan Suasana Ramadan di Negeri Matahari Terbit: Tak Ada Azan Berkumandang, Waktu Puasa Lebih Cepat
Kania juga menerangkan menjadi umat muslim tidak ada kekhawatiran saat membeli makanan di sana. Sebab, banyak toko yang sudah menyediakan makanan dan minuman halal.
“Yang menarik buat aku ternyata sudah mulai ada toko-toko yang nyediain pilihan halal. Salah satunya waktu itu aku ke restoran di daerah Akihabara, dia sudah sertifikasi halal. Terus waktu aku ke Disneyland, mereka nyediain tempat salat, namanya Quiet Room, disediakan tempat wudhu juga,” beber Kania.
“Waktu aku ke Sensoji Temple itu juga ada yang nyediain oleh-oleh khas Jepang yang sudah sertifikasi halal. Sebenernya most of the time aku di Tokyo aja, tapi ada satu hari aku pergi ke Fuji. Karena mungkin Fuji itu destinasi banyak turis Asia Tenggara, jadi banyak makanan halal dan tempat salat, jadi aman. Even ada penjual, orang Jepang asli, tapi bisa bahasa Indonesia,” jelasnya.
Keseruan yang dirasakan Kania selama liburan ternyata tidak menghilangkan rasa rindunya merasakan puasa di Indonesia.
Menurutnya, berburu takjil di Indonesia saat bulan Ramadan merupakan yang paling dinantikan dirinya.
Karena saat berbuka puasa di Jepang, warga Jakarta Selatan ini langsung makan berat tanpa makan kudapan.
“Enggak ada sama sekali gorengan, es buah dan segala macam takjil di Indonesia. Jadi langsung makan besar aja pas buka puasa. Jujur pas di sana kangen buka puasa kayak di Indonesia. Craving tempe mendoan, tapi enggak ada di sana,” kata Kania. (ars/nsi)