news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menkes Budi Gunadi Sadikin.
Sumber :
  • tvOnenews/Abdul Gani Siregar

Menkes Budi Gunadi Ungkap Hampir 10 Persen Anak Indonesia Alami Cemas dan Depresi

Temuan tersebut disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan.
Selasa, 10 Maret 2026 - 10:54 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Pemerintah menemukan sinyal serius terkait kesehatan mental anak di Indonesia. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2025–2026 mengungkap hampir 10 persen anak menunjukkan gejala kecemasan dan depresi, sebuah temuan yang memicu perhatian besar pemerintah terhadap kondisi psikologis generasi muda.

Temuan tersebut disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan.

Dari sekitar 7 juta anak yang telah menjalani pemeriksaan kesehatan melalui program tersebut, Kementerian Kesehatan mendeteksi indikasi gangguan kesehatan jiwa dalam jumlah yang signifikan.

Budi mengungkapkan, sebanyak 4,4 persen atau sekitar 338 ribu anak terindikasi mengalami gejala kecemasan (anxiety disorder). Sementara 4,8 persen atau sekitar 363 ribu anak lainnya menunjukkan tanda-tanda depresi (depression disorder).

“Ini menunjukkan masalah kesehatan jiwa itu besar sekali,” ujar Budi, dalam keterangan tertulis, Selasa (10/3/2026).

Menurutnya, persoalan kesehatan mental anak tidak boleh dipandang sepele karena dapat berujung pada konsekuensi fatal, termasuk risiko bunuh diri.

Data Global School-Based Student Health Survey menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, di mana persentase anak yang mencoba bunuh diri meningkat tajam dari 3,9 persen pada 2015 menjadi 10,7 persen pada 2023.

Budi menegaskan bahwa akar persoalan kesehatan mental anak tidak hanya berasal dari faktor pribadi, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar.

Faktor keluarga, hubungan pertemanan, hingga tekanan di lingkungan pendidikan menjadi variabel penting yang memengaruhi kondisi psikologis anak.

“Yang perlu diperbaiki bukan hanya anaknya, tetapi juga pola asuh keluarga serta lingkungan belajar. Kita perlu mensosialisasikan life skill dan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP). Semua orang pasti menghadapi tekanan, namun yang terpenting adalah bagaimana meresponsnya dengan baik,” katanya.

Menindaklanjuti temuan tersebut, pemerintah berencana memperluas cakupan skrining kesehatan mental melalui program CKG hingga menjangkau 25 juta anak di seluruh Indonesia.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi, menjelaskan bahwa anak-anak yang terdeteksi memiliki gejala akan langsung ditindaklanjuti melalui layanan di Puskesmas.

Selain itu, pemerintah juga mempercepat penambahan tenaga psikolog klinis di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Saat ini jumlah psikolog klinis di Puskesmas masih sangat terbatas, yakni sekitar 203 orang.

Untuk memperkuat sistem respons darurat kesehatan jiwa, pemerintah juga menyiagakan layanan krisis melalui platform Healing119.id yang dapat diakses masyarakat.

Di sektor pendidikan, Kementerian Kesehatan mendorong keterlibatan guru Bimbingan Konseling (BK) serta guru kelas dalam mendampingi siswa yang terdeteksi mengalami gangguan psikologis.

Upaya pencegahan dan penanganan kesehatan mental anak juga diperkuat melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Kesehatan Jiwa Anak yang ditandatangani oleh sembilan kementerian dan lembaga pada Kamis (5/3).

Kolaborasi lintas kementerian tersebut melibatkan Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Komdigi, Kemendikdasmen, Kemendukbangga/BKKBN, Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sosial, serta Polri.

Melalui kerja sama ini, pemerintah berupaya membangun sistem penanganan kesehatan jiwa anak yang terintegrasi, mulai dari pencegahan hingga rehabilitasi.

Selain itu, pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk menjaga kerahasiaan data pribadi anak guna mencegah stigma sosial serta memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan kesehatan mental secara menyeluruh, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah. (agr)
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:39
06:31
04:24
03:05
01:39
01:03

Viral