news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menkes Budi Gunadi Sadikin.
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar/tvOnenews

Krisis Layanan Psikiater, Menkes Budi Siapkan Komunitas Kesehatan Jiwa untuk Dampingi Pasien

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berencana membentuk komunitas kesehatan jiwa sebagai ruang dukungan emosional bagi masyarakat.
Selasa, 10 Maret 2026 - 14:12 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Keterbatasan jumlah dokter jiwa dan layanan konseling di Indonesia mendorong pemerintah mencari terobosan baru dalam penanganan kesehatan mental.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berencana membentuk komunitas kesehatan jiwa sebagai ruang dukungan emosional bagi masyarakat.

Langkah tersebut dinilai penting sebagai solusi sementara untuk menutup kekurangan tenaga profesional di bidang kesehatan mental yang hingga kini masih terbatas.

Menurut Budi, proses mencetak dokter jiwa memerlukan waktu panjang, sehingga pendekatan berbasis komunitas dinilai lebih cepat dan praktis untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dukungan psikologis.

Ia menjelaskan bahwa komunitas tersebut nantinya dapat menjadi tempat bagi masyarakat untuk saling berbagi pengalaman, memberikan dukungan emosional, serta mendiskusikan berbagai persoalan kesehatan mental.

Ide pembentukan komunitas ini, kata Budi, terinspirasi dari praktik yang kerap digambarkan dalam film-film luar negeri, di mana sekelompok orang berkumpul untuk berbagi cerita dan pengalaman hidup.

“Kalau lihat di film-film luar negeri itu suka ada tuh duduk melingkar masing-masing suka ngomong ya dan itu bisa inisiatif komunitas, itu bisa jauh lebih cepat dan lebih pragmatis,” kata Budi dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (10/3/2026).

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Budi telah meminta jajarannya menginventarisasi berbagai komunitas yang selama ini bergerak di bidang kesehatan mental.

Pemerintah berencana mengundang mereka untuk berdiskusi secara langsung mengenai bentuk dukungan yang diperlukan serta program yang dapat dikembangkan bersama.

“Sudah aku kasih waktu dua minggu nanti, dikumpulin, coba suruh ketemu aku itu beberapa komunitasnya mau dengerin juga kegiatan mereka apa,” kata Budi.

Menurutnya, model komunitas seperti ini sebenarnya sudah berkembang cukup baik di berbagai bidang kesehatan lain, seperti komunitas pasien kanker maupun komunitas orang tua dengan anak berkebutuhan khusus. Namun, komunitas yang fokus pada kesehatan jiwa dinilai masih belum berkembang secara luas.

“Karena saya lihat komunitas kanker sering, komunitas anak tuh sering apa banyak gitu ya mata banyak komunitasnya. Tapi komunitas jiwa ini mungkin juga udah mesti kita bangun dari sekarang ya,” kata dia.

Dorongan untuk memperkuat dukungan kesehatan mental ini juga dipicu oleh temuan terbaru dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dijalankan pemerintah. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan cukup banyak anak di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.

Hasil pemeriksaan mencatat 363.326 anak atau sekitar 4,8 persen memiliki gejala depresi, sementara 338.316 anak atau sekitar 4,4 persen lainnya menunjukkan gejala kecemasan.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan kesehatan mental, khususnya pada anak dan remaja, semakin mendesak untuk ditangani melalui pendekatan yang lebih luas, tidak hanya melalui layanan medis, tetapi juga melalui dukungan sosial dan komunitas yang dapat diakses masyarakat secara lebih mudah. (agr/iwh)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:39
06:31
04:24
03:05
01:39
01:03

Viral