- Antara
Tunda Umrah Sekarang! Pemerintah Keluarkan Imbauan Darurat akibat Perang Timur Tengah
Jakarta, tvOnenews.com - Eskalasi konflik yang kian memanas di kawasan Timur Tengah memaksa Pemerintah Indonesia untuk mengeluarkan peringatan bagi para calon jemaah umrah.
Masyarakat kini diimbau untuk menunda rencana perjalanan ibadah mereka ke Tanah Suci hingga situasi dinilai lebih aman.
Pesan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, selepas menghadiri peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3).
Ia menekankan bahwa langkah ini diambil karena ketidakpastian kondisi keamanan di wilayah tersebut.
"Memang sementara ini, kita terkait dengan keberangkatan umroh, masih dalam peraturan mengimbau untuk menunda keberangkatan, karena eskalasi dari konflik. Kita tidak tahu perkembangannya seperti apa," ujar Dahnil.
Dahnil menjelaskan bahwa keputusan ini murni merupakan langkah antisipasi atau mitigasi untuk melindungi warga negara Indonesia (WNI).
Pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk memantau setiap pergerakan situasi di Timur Tengah yang saat ini sangat dinamis.
“Orientasi negara tentu adalah keselamatan warga negara karena kita tidak tahu eskalasi konflik di Timur Tengah akan berkembang seperti apa,” tegasnya.
Meski ada imbauan penundaan bagi keberangkatan baru, pemerintah memastikan tetap memberikan perlindungan maksimal bagi jemaah yang sudah terlanjur berada di Arab Saudi.
Tercatat, saat ini ada sekitar 43 ribu jemaah Indonesia yang tengah beribadah di sana.
Kementerian Haji dan Umrah bersama Kemenlu dan pihak biro perjalanan terus memastikan agar seluruh jemaah mendapatkan pendampingan yang layak.
Pemerintah juga menjamin koordinasi dengan maskapai penerbangan tetap berjalan lancar agar proses kepulangan para jemaah ke tanah air tidak terganggu.
Menariknya, imbauan pemerintah ini langsung direspons cepat oleh masyarakat.
Dahnil mencatat adanya penurunan jumlah keberangkatan umrah dalam beberapa waktu terakhir.
Hal ini dipandang sebagai sinyal positif bahwa masyarakat kini lebih memprioritaskan faktor keselamatan di tengah ketegangan global yang terjadi. (ant/dpi)