news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden RI, Prabowo Subianto..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Peringatan Nuzulul Qur’an, Prabowo Sebut Kekuasaan Adalah Takdir: Pemimpin Wajib Tegakkan Keadilan

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kepemimpinan bukan sekadar jabatan politik, melainkan amanah besar yang bersumber dari kehendak Tuhan.
Rabu, 11 Maret 2026 - 02:25 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kepemimpinan bukan sekadar jabatan politik, melainkan amanah besar yang bersumber dari kehendak Tuhan.

Menurutnya, kekuasaan harus digunakan untuk menegakkan keadilan serta membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

Hal itu disampaikan Presiden dalam amanatnya pada peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Kenegaraan yang digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengapresiasi kehadiran para tokoh agama dan ulama yang turut memberikan pencerahan bagi masyarakat tentang makna kedamaian dan kepemimpinan.

“Saya terima kasih atas kehadiran bapak-bapak dan begitu banyak tokoh-tokoh agama, para ulama besar, para ustadz,” ujar Prabowo.

Ia juga menyampaikan penghargaan khusus kepada Quraish Shihab yang memberikan tausiah mengenai makna perdamaian dan pentingnya memandang perbedaan sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan.

“Saya sangat terima kasih dengan Profesor Quraish Shihab yang baru saja memberi ceramah singkat kepada kita sekalian, dan juga memberi arti tentang hal-hal yang mendasar: arti damai, arti kedamaian, arti perdamaian,” kata Prabowo.

Menurut Presiden, pesan yang disampaikan Quraish Shihab memberikan pemahaman bahwa keberagaman tidak seharusnya memicu konflik dalam kehidupan berbangsa.

“Dapat juga memberi kepada kita pencerahan pengertian bahwa perbedaan itu bukan suatu yang harus mengarah kepada perpecahan,” lanjutnya.

Lebih jauh, Prabowo mengaku mendapatkan pemahaman mendalam mengenai makna kepemimpinan dan tanggung jawab seorang pemimpin yang dipercaya oleh rakyat.

“Yang sangat besar artinya bagi saya adalah pencerahan pengertian beliau yang disampaikan, yaitu tentang keadilan, dan juga tentang takdir seorang pemimpin yang dipercaya oleh bangsa dan rakyat,” ujarnya.

Presiden menegaskan bahwa kepemimpinan merupakan takdir yang tidak terlepas dari kehendak Yang Maha Kuasa. Oleh karena itu, kekuasaan tidak boleh disalahgunakan.

“Semakin saya sadar bahwa kepemimpinan itu adalah takdir, dan kekuasaan itu bersumber daripada Yang Maha Kuasa. Dan kekuasaan itu diberi sebagai penugasan untuk membela kebenaran, keadilan, dan kejujuran,” tegasnya.

Menurutnya, kekuasaan harus dimaknai sebagai tanggung jawab untuk melindungi rakyat serta memastikan kesejahteraan dan keadilan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:39
06:31
04:24
03:05
01:39
01:03

Viral