news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang..
Sumber :
  • Istimewa

BGN Klarifikasi Soal Menu MBG Lele Mentah yang Viral: Video Dipotong, padahal Dilengkapi Susu hingga Buah Naga

Pihak sekolah mengungkapkan kekhawatiran karena ikan tersebut mengeluarkan bau amis dan dikhawatirkan cepat rusak.
Rabu, 11 Maret 2026 - 07:55 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Video yang memperlihatkan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) berisi ikan lele mentah menjadi perbincangan di media sosial. Paket makanan tersebut disebut sempat ditolak oleh pihak SMA Negeri 2 Pamekasan karena dinilai tidak layak dikonsumsi.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat satu kotak makanan yang berisi seekor lele mentah bersama dua potong tahu dan dua potong tempe. Pihak sekolah mengungkapkan kekhawatiran karena ikan tersebut mengeluarkan bau amis dan dikhawatirkan cepat rusak.

Distribusi paket MBG itu dilakukan pada Senin (9/3/2026). Makanan tersebut disebut sebagai jatah konsumsi untuk tiga hari, yakni Selasa hingga Rabu.

Menanggapi viralnya video tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan klarifikasi. Lembaga itu menegaskan tayangan yang beredar tidak memperlihatkan keseluruhan menu yang sebenarnya disiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang mengatakan laporan dari lapangan menunjukkan paket makanan yang disiapkan SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan terdiri dari berbagai komponen.

"Berdasarkan laporan yang kami terima, menu yang disiapkan SPPG sebenarnya lengkap. Namun dalam video yang beredar hanya terlihat sebagian menu karena pihak sekolah menolak mengeluarkan paket makanan dari kendaraan distribusi," kata Nanik dalam keterangannya, dikutip Rabu (11/3/2026).

Ia menjelaskan menu MBG yang dirancang saat itu mencakup lele yang telah dimarinasi, tahu dan tempe ukep, roti pizza, telur rebus, susu full cream, serta buah naga.

BGN menekankan bahwa setiap menu dalam program MBG dirancang dengan mempertimbangkan kecukupan nutrisi sekaligus standar keamanan pangan.

"Program MBG menempatkan keamanan pangan dan kualitas gizi sebagai prioritas utama. Kami terus melakukan pemantauan serta evaluasi agar seluruh proses penyiapan hingga distribusi makanan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan," ujarnya.

Sementara itu, ahli gizi SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan Fikri Kuttawakil menjelaskan penggunaan lele yang dimarinasi bukan tanpa alasan. 

Menurutnya, cara tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas nutrisi sekaligus mempertahankan daya tahan bahan makanan.

"Kenapa kami menggunakan lele marinasi, pertama untuk mencegah berkurangnya gizi di lele itu dan menambah protein di hari itu. Di marinasi, lele juga bisa bertahan sampai satu hari," jelasnya. (nba)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:40
03:28
01:28
07:39
06:31
04:24

Viral