- Istimewa Instagram @kriminews
Detik-detik Pria di Batam Habisi Nyawa Kekasih Sesama Jenis, Pergoki Pacar Peluk Pria Lain dalam Kamar Kos
Batam, tvOnenews.com - Kasus pembunuhan dengan motif cinta sesama jenis menggegerkan warga Perumahan Family Dream, Nongsa, Batam, Selasa (10/3/2026).
Seorang pria berinisial MY (31) asal Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, menghabisi nyawa kekasih sesama jenisnya AS (21) di kamar kosan korban.
Kapolres Barelang, Kombes Pol Anggoro Wicaksono mengatakan pelaku menyerahkan diri ke polisi setempat usai melakukan aksi pembunuhan sadis tersebut.
"Pembunuhan terhadap korban terjadi karena pelaku merasa cemburu dengan korban. Pelaku dan korban adalah pasangan sejenis," jelasnya dikutip pada Rabu (11/3/2026).
- viva.co.id
Berdasarkan keterangan pelaku, pembunuhan itu dipicu oleh rasa sakit hati dan cemburu terhadap kekasih prianya.
Hubungan asmara antara MY dan AS diketahui telah berlangsung selama satu tahun. Namun, hubungan tersebut renggang setelah MY bekerja di Bali selama tujuh bulan.
Selama masa LDR (long distance relationship) tersebut, korban mendadak meminta putus dengan alasan ingin menjalani hidup normal.
Namun tak disangka, korban malah menjalin hubungan dengan pria sesama jenis lainnya berinisla AB (24).
Pada Selasa siang sekitar pukul 11.20 WIB, MY yang sudah terbakar amarah sengaja menyewa kamar tepat di depan kediaman korban untuk memantau aktivitas AS.
Saat melihat korban keluar rumah, Yusuf langsung membuntutinya hingga ke lokasi kejadian.
"Sekitar pukul 10.00 WIB, korban meninggalkan kediamannya untuk menuju lokasi kos AB. Pelaku membuntuti korban hingga ke sana," katanya.
Begitu tiba di lokasi kos, pelaku melihat kekasihnya itu sedang berpelukan dengan orang lain.
Emosi, pelaku langsung menyerang keduanya menggunakan sebilah kayu, batu, serta pisau yang telah disiapkannya.
Pelaku sempat memukul kepala bagian belakang AB menggunakan kayu. Saat hendak menusuk AB, korban AS melakukan perlawanan.
Tindakan tersebut justru berujung fatal bagi AS karena ia menerima dua tusukan di bagian punggung dan kepala bagian belakang hingga korban tewas di tempat.
Setelah melihat korban terkapar, pelaku langsung melarikan diri dan sempat memesan ojek online (ojol) untuk kabur.
Masih dengan bercak darah di tubuhnya, ia akhirnya mendatangi Polsek Nongsa untuk menyerahkan diri.