- Istimewa
Fakta-fakta Izin SMK IDN Dicabut Gubernur Dedi Mulyadi, Bermula dari Perizinan Resmi
Orangtua Tidak Tahu
Meskipun SK gubernur sudah diterbitkan pada Januari 2026 lalu, sebagian orangtua siswa baru mengetahui adanya pencabutan izin tersebut pada 6 Maret 2026.
Keterlambatan informasi ini memicu kekhawatiran dan kepanikan di kalangan wali murid.
Sejumlah orangtua kemudian mendatangi Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah I Jawa Barat di Cibinong untuk meminta penjelasan terkait nasib pendidikan anak-anak mereka.
Kuasa hukum salah satu siswa, Yogi Pajar Suprayogi, mengatakan kunjungan mereka ke kantor KCD justru membuka fakta baru mengenai adanya SK gubernur yang mencabut izin sekolah tersebut.
Ia menyayangkan informasi tersebut baru disampaikan kepada orang tua setelah lebih dari satu bulan sejak keputusan diterbitkan.
Menurutnya, situasi ini membuat para wali murid harus bergerak cepat karena kalender akademik SMK sudah mendekati masa penting.
Kondisi Siswa
Dalam kalender pendidikan SMK, bulan April biasanya menjadi jadwal ujian, sementara Mei adalah masa kelulusan dan kenaikan kelas.
Artinya, para siswa hanya memiliki waktu sekitar satu bulan untuk memastikan kelanjutan pendidikan mereka.
Diperkirakan terdapat sekitar 600 lebih siswa yang terdampak polemik ini.
Para orang tua berharap pemerintah daerah dan pihak yayasan dapat segera memberikan kepastian agar anak-anak mereka tidak kehilangan hak pendidikan.
Namun, sampai saat ini penulis telah menghubungi pihak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait pemberitaan ini. Saat berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Gedung Sate.
SMK IDN Boarding School
SMK IDN Boarding School berada di bawah naungan Yayasan Islamic Development Network yang dibina oleh Dedi Gunawan.
Sekolah ini dikenal memiliki fokus pendidikan pada bidang teknologi informasi (IT) yang dirancang mengikuti kebutuhan industri digital global.
Para siswa, khususnya di jenjang SMK, dipersiapkan untuk memiliki kemampuan teknis serta sertifikasi profesional di bidang teknologi.
Program pendidikan di sekolah tersebut juga disebut didukung oleh jaringan industri seperti ID-Network dan Imastudio, yang memiliki klien dari berbagai negara di Asia, Eropa, Afrika, hingga Timur Tengah.
Selain pendidikan teknologi, sekolah ini juga mengintegrasikan kurikulum diniyah yang menekankan pemahaman Al-Qur’an dan Sunnah, dengan tujuan membentuk karakter religius para siswa.(nsp/ree)