- Antara
BMKG Prediksi Terjadi Hujan saat Mudik Lebaran, Polri Siapkan Alternatif Rute Jalur-Tempat Evakuasi
Jakarta, tvOnenews.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi akan terjadi hujan hingga potensi bencana saat mudik lebaran Idul Fitri 2026.
Hal ini dinyatakan dirinya saat memimpin apel gelar pasukan operasi kepolisian terpusat “Ketupat 2026” dalam rangka pelayanan perayaan Idul Fitri 1447 H, di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).
“Beberapa hal yang tentunya menjadi perhatian kita karena memang mudik kali ini kita masih menghadapi situasi hujan karena berdasarkan ramalan BMKG masih ada terjadi hujan di beberapa wilayah,” kata Sigit.
“Sehingga tentunya kami juga mempersiapkan kesiapan apabila terjadi bencana, apakah itu banjir, apakah itu tanah longsor, ataukah hal-hal yang lain,” sambungnya.
Lebih lanjut, Sigit menerangkan, dalam menghadapi potensi bencana ini, pihak kepolisian mempersiapkan alternatif rute untuk para pemudik.
“Oleh karena itu kita tekankan agar selain melaksanakan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, tentunya kita juga harus mempersiapkan alternatif-alternatif rute yang tentunya harus kita siapkan sehingga pelayanan arus mudik dan balik nanti tetap bisa berjalan,” jelas Sigit.
Selain itu, Sigit menegaskan, pihaknya juga mempersiapkan tempat evakuasi hingga pengungsian untuk mengantisipasi terjadinya bencana.
“Di satu sisi bagaimana koordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempersiapkan tempat-tempat evakuasi, tempat-tempat pengungsian dan juga langkah-langkah yang harus dilakukan pada saat pra, pada saat bencana dan pasca bencana,” tegas Sigit.
Untuk diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto memimpin apel gelar pasukan operasi kepolisian terpusat “Ketupat 2026” dalam rangka pelayanan perayaan Idul Fitri 1447 H, di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).
Jenderal Sigit mengungkapkan, operasi ini melibatkan 161.243 personel gabungan dan akan berjalan selama 13 hari, dimulai pada Jumat (13/3/2026) besok.
“Guna memastikan keamanan dan kelancaran perayaan Idul Fitri dan libur lebaran, Polri dengan didukung TNI dan stakeholder terkait menyelenggarakan operasi terpusat dengan sandi Ketupat 2026 selama 13 hari, mulai tanggal 13 sampai dengan 25 Maret 2026, dengan melibatkan 161.243 personel gabungan,” kata Sigit, saat sambutan, Kamis (12/3/2026).
Lebih lanjut, Sigit menuturkan, hasil rakor lintas sektoral, puncak arus mudik dan arus balik diprediksi terjadi dalam dua gelombang. Yaitu puncak arus mudik diprediksi terjadi pada tanggal 14 sampai dengan 15 Maret 2026 dan 8 sampai dengan 9 Maret 2026.
“Sementara itu, puncak arus balik diprediksi terjadi pada tanggal 24 sampai dengan 25 Maret 2026 dan 28 sampai dengan 29 Maret 2026,” tutur Sigit.
Kemudian dalam rangka pelayanan mudik lebaran Idul Fitri, Sigit menerangkan bahwa Polri telah menyiapkan 2.746 pos yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, serta 343 pos terpadu.
“Sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan, pengamanan juga akan difokuskan terhadap 185.607 objek berupa masjid, lokasi salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, dan bandara,” jelas Sigit.
Selain itu, untuk mendukung Operasi Ketupat, pemerintah telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang pengaturan lalu lintas jalan serta penyeberangan selama masa arus mudik dan arus balik angkutan lebaran 2026/ 1447 Hijriah.
“SKB tersebut mengatur tentang pembatasan operasional angkutan barang, penerapan sistem one way, contraflow, dan ganjil genap, penundaan proyek konstruksi, pengaturan penyeberangan laut, serta pengalihfungsian sementara penimbangan kendaraan sebagai tempat istirahat bagi pengguna jalan,” terang Sigit.
Sementara itu, Sigit mengatakan, guna menjaga kelancaran jalur penyeberangan nantinya akan diterapkan delaying system, buffer zone, dan sistem first in first out.
“Selain kelancaran lalu lintas dan jalur penyeberangan, stabilitas harga dan ketersediaan bapokting serta BBM juga perlu mendapatkan perhatian. Oleh karena itu lakukan monitoring ketersediaan pasokan dan fluktuasi harga, serta pastikan distribusi terlaksana dengan lancar dan tepat waktu,” tegas Sigit. (ars/aag)