news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pekerja PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) yang direlokasi dari Timur Tengah..
Sumber :
  • Pertamina

Perang Iran-AS Makin Memanas, Pertamina Relokasi Belasan Pekerja di Irak dan Dubai

PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) telah merelokasi total 19 perwira yang bekerja di Irak, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Jumat, 13 Maret 2026 - 10:03 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Direktur Utama Pertamina Hulu Energi (PHE), Awang Lazuardi mengungkap PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) telah merelokasi total 19 perwira yang bekerja di Irak, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Awang mengatakan masing-masing 11 perwira bekerja di Barsa, Irak dan 8 lagi di Dubai, UEA.

Ia mengatakan, kondisi geopolitik yang dinamis tentunya berpengaruh bagi operasi PHE di Irak.

"Alhamdulillah karena koordinasi yang sangat baik dari PIEP, PHE, Pertamina dan dukungan Kementerian Luar Negeri serta KBRI di sejumlah negara, teman-teman bisa pulang dengan selamat,” kata Awang dalam keterangannya, Jumat (13/3/2026).

Proses evakuasi dari Basra, Irak ke Jakarta membutuhkan waktu setidaknya 14 hari. 

Waktu yang panjang dibutuhkan karena adanya penutupan sejumlah bandara internasional, seperti di Kuwait City, Dubai dan Doha.

Direktur Utama PIEP, Syamsu Yudha menegaskan, keselamatan perwira merupakan prioritas perusahaan. 

PIEP menjalankan seluruh prosedur Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta Business Continuity Plan (BCP) secara disiplin dan terkoordinasi dengan Pertamina Holding, Subholding Upstream dan otoritas terkait.

“Kami juga terus memonitor situasi secara real-time guna memastikan perlindungan optimal bagi seluruh personel,” kata Syamsu.

Dia menegaskan untuk melakukan asesmen contingency plan rute evakuasi, sehingga bila ada penutupan air space akan memudahkan proses evakuasi ke depan. 

Pertamina Irak Eksplorasi & Produksi (PIREP) pun bergerak cepat dengan mengaktifkan Emergency Response Team (ERT) segera setelah menerima informasi terkait serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Selain melakukan pemantauan intensif, PIREP secara paralel juga memperkuat komunikasi dan koordinasi strategis dengan KBRI Baghdad, KBRI Kuwait City, KBRI Riyadh, KBRI Abu Dhabi, serta Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia guna memonitor perkembangan situasi dan mengantisipasi dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah.

Perwira PIREP menempuh perjalanan darat dari Basra, Irak menuju perbatasan di Safwan dan masuk ke negara Kuwait, dilanjutkan menuju Dammam, Arab Saudi.

Setelahnya seluruh personel menempuh perjalanan udara dari Dammam menuju Jeddah dan dilanjutkan ke Indonesia. 

Sebagian personel tiba di Jakarta tanggal 10 Maret 2026, sedangkan sisanya baru tiba 11 Maret 2026.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:57
02:42
01:04
41:15
02:25
01:45

Viral