- idn.sch.id
Kisah Siswa SMK IDN Bogor Gagal Daftar SNBP, Akses Dapodik Mendadak Ditutup di Tengah Polemik
tvOnenews.com - Polemik penutupan SMK Islamic Development Network (IDN) Boarding School Bogor oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat ternyata sempat berdampak langsung pada para siswa, khususnya mereka yang berada di tingkat akhir.
Sejumlah siswa kelas XII bahkan hampir gagal mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) karena akses data pendidikan mereka mendadak tidak bisa digunakan.
Situasi ini terjadi sebelum orang tua siswa mengetahui adanya Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Barat yang mencabut izin operasional sekolah tersebut.
Dampaknya cukup serius karena menyangkut proses pendaftaran Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) tahun 2026.
Ketua Komite SMK IDN Boarding School Bogor, Eko Aprianto, menjelaskan bahwa masalah tersebut mulai terungkap pada 5 Februari 2026.
Saat itu para siswa kelas XII sedang bersiap mengikuti proses pendaftaran SNBP yang menjadi salah satu jalur masuk perguruan tinggi negeri.
Namun di tengah proses tersebut, akses Data Pokok Pendidikan (Dapodik) milik sekolah ternyata tidak bisa digunakan.
Padahal sistem ini sangat penting karena digunakan untuk mengunggah data siswa yang menjadi syarat pendaftaran SNBP.
Menurut Eko Aprianto, pihak sekolah dan komite baru mengetahui bahwa akses Dapodik SMK IDN Bogor sudah ditutup sejak 28 November 2025.
- istimewa
Penutupan tersebut disebut terjadi tanpa adanya surat resmi atau pemberitahuan sebelumnya.
"Di hari itu IDN dan Komite baru tahu bahwa Dapodik IDN sudah ditutup aksesnya sejak 28 November 2025. Senyap, tanpa surat atau pemberitahuan," ujar Eko dalam keterangan tertulis.
Situasi ini membuat pihak sekolah dan orang tua siswa terkejut, karena pada saat itu waktu pendaftaran SNBP sudah sangat mepet.
Bahkan saat masalah tersebut diketahui, masa pendaftaran hanya tersisa sekitar tujuh hari lagi.
Padahal proses pendaftaran SNBP mengharuskan data siswa diunggah melalui sistem yang terhubung dengan Dapodik.
Tanpa akses tersebut, para siswa kelas XII terancam tidak bisa mengikuti jalur seleksi nasional berbasis prestasi.
Permasalahan ini kemudian dibahas dalam pertemuan antara komite sekolah, perwakilan wali siswa, serta Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Jawa Barat Wilayah I.