- Istimewa
Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Komisi III DPR: Perbedaan Pendapat Tak Boleh Direspons Kekerasan
Jakarta, tvOnenews.com - Komisi III DPR RI mengecam keras aksi penyiraman air keras kepada aktivis KontraS, Andrie Yunus. Andrie mengalami luka bakar 24 persen akibat insiden ini.
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman mengatakan dirinya telah menghubungi Kapolda Metro Jaya terkait kasus tersebut. Dia meminta kepolisian bergerak cepat menangkap pelaku penyiraman.
“Kami sudah menghubungi Kapolda Metro Jaya dan meminta agar pihak kepolisian bergerak cepat mengusut kasus ini dan menangkap para pelakunya,” kata Habiburokhman, Sabtu (14/3/2026).
Dia menegaskan negara tidak boleh mentolerir segala bentuk kekerasan kepada warganya. Menurut Habiburokhman, setiap perbedaan pendapat tidak boleh ditanggapi dengan aksi kekerasan.
“Apapun bentuk perbedaan pendapat harusnya tidak boleh direspon dengan kekerasan dan premanisme,” ujarnya.
Politisi Partai Gerindra itu pun menjelaskan bahwa berdasarkan Pasal 28G Undang-Undang Dasar 1945, setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi.
“Serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi,” lanjut Habiburokhman.
Habiburokhman menegaskan Komisi III akan mengawal kasus ini agar penyidikannya berjalan cepat dan profesional.
Sebelumnya, Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal pada Kamis (12/3/2026) malam.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 23.37 WIB ketika Andrie sedang mengendarai sepeda motor di kawasan Jalan Salemba I–Talang, Senen, Jakarta Pusat.
Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan bahwa dua pelaku yang mengendarai sepeda motor menghampiri korban dari arah berlawanan.
Adapun ciri-ciri pelaku yang dilaporkan antara lain:
Pelaku pertama (pengendara motor):
Mengenakan kaus kombinasi putih dan biru Celana gelap diduga berbahan jeans Helm berwarna hitam
Pelaku kedua (pembonceng):
Mengenakan penutup wajah atau buff hitam Kaos biru tua Celana jeans biru yang dilipat pendek Motor yang digunakan para pelaku diduga merupakan Honda Beat keluaran tahun 2016 hingga 2021.
Saat berada di lokasi kejadian, salah satu pelaku tiba-tiba menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sejumlah bagian tubuh.
Akibat serangan tersebut, Andrie Yunus mengalami luka bakar pada tangan kanan dan kiri, wajah, dada, dan mata. (saa/ree)