- Antara
Rezeki Nomplok dari KDM, Ribuan Penarik Becak dan Kusir Delman Dibayar Rp1,4 Juta Cuma Buat Libur
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) memberikan uang kompensasi kepada para kusir delman sebesar Rp1,4 juta per orang.
Hal itu dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) sebagai langkah demi memastikan kelancaran arus mudik Hari Raya Idul Fitri.
Sebagai solusi menekan kemacetan, para kusir delman diminta untuk tidak beroperasi di jalur utama mudik dan sebagai gantinya.
Pemberian dana pengganti ini diserahkan langsung secara simbolis oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), di Markas Polres Garut pada Sabtu (14/3).
"Selama libur ini mereka mendapat kompensasi sebesar Rp200 ribu per hari," ujar KDM saat menemui para kusir delman di Garut.
Dedi menjelaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya menyasar kusir delman, tetapi juga menjangkau para penarik becak di seluruh wilayah Jawa Barat.
Tercatat, ada sekitar lima ribu orang yang terdaftar sebagai penerima kompensasi ini, termasuk mereka yang berada di Kabupaten Garut.
Syarat untuk mendapatkan total uang Rp1,4 juta tersebut adalah para pelaku transportasi tradisional ini sepakat untuk memarkirkan kendaraannya selama tujuh hari, yang mencakup periode sebelum dan sesudah Idul Fitri.
"Uangnya sudah masuk, nanti ada bagian-bagian yang ini sebelum Lebaran dan ini setelah Lebaran," jelas Gubernur.
Langkah meliburkan transportasi tradisional ini sengaja dilakukan untuk meminimalisir hambatan di titik-titik rawan macet, terutama di area pasar tumpah yang kerap dilewati pemudik.
Dengan berkurangnya operasional delman dan becak, petugas di lapangan diharapkan bisa lebih mudah mengatur ritme lalu lintas.
"Provinsi Jawa Barat melaksanakan kegiatan untuk mempermudah, memperlancar tugas dari Kementerian Perhubungan dan Mabes Polri," tegas Dedi.
Lebih lanjut, Dedi berharap program ini membawa dampak positif bagi banyak pihak.
Selain pemudik yang bisa berkendara dengan lebih lancar, para pengusaha transportasi tradisional juga bisa merayakan Lebaran dengan tenang karena tetap memiliki penghasilan tanpa harus memeras keringat di tengah keramaian.
"Mudah-mudahan kegiatan ini memberikan dampak ekonomi karena ada uang yang mutar di masyarakat dan memberikan dampak kebahagiaan," ujarnya.