- ANTARA
Dilarang Beroperasi oleh KDM, Kusir Delman di Garut Justru Senyum Bahagia
"Alhamdulillah, senang. Nanti uangnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, dan kami siap total tidak akan beroperasi," kata pria yang sudah sejak kanak-kanak menjadi kusir delman itu.
Bantuan tersebut baru diterimanya dua kali. Tahun sebelumnya di momentum yang sama juga mendapatkan kompensasi dan tahun ini kembali dapat, ditambah lagi mendapatkan bonus langsung dari Gubernur Jabar berupa bantuan modal usaha ternak domba sebesar Rp10 juta.
Ii merupakan salah satu kusir delman yang paling beruntung dibanding rekan-rekannya karena ia mendapatkan bantuan spontan dari Gubernur Jabar secara tunai di tengah keramaian dalam acara penyerahan kompensasi.
Ii dan para kusir delman lain yang biasa beroperasi di wilayah perkotaan Garut maupun Tarogong mendapatkan kompensasi dari pemerintah sebesar Rp200 ribu per hari dikalikan selama tujuh hari sehingga mendapatkan Rp1,4 juta.
Bagi sebagian orang mungkin jumlah itu terlihat tak seberapa. Namun, bagi para kusir, bantuan tersebut cukup berarti untuk menjaga dapur tetap ngebul, juga masih bisa membeli pakan kuda, memenuhi kebutuhan keluarganya, sambil menunggu kembali diperbolehkan beroperasi di jalanan.
"Alhamdulillah, bantuan akan digunakan untuk yang bermanfaat, untuk sehari-hari, dan untuk pakan juga," kata Firdaus (34).
Mudik Lancar
Alasan larangan delman beroperasi karena pergerakan transportasi tradisional itu lambat yang bisa berdampak pada pelambatan laju kendaraan bermotor lainnya di jalur mudik, apalagi pada momentum Lebaran volume kendaraan akan meningkat sehingga bisa memicu kemacetan yang panjang.
Pemerintah Provinsi Jabar sudah dua tahun terakhir ini mengeluarkan kebijakan melarang transportasi tradisional beroperasi saat puncak arus mudik dan balik Lebaran, khususnya di Kabupaten Garut yang banyak delman beredar di sejumlah ruas jalan utama.
Kusir delman di Garut yang mendapatkan kompensasi tercatat sebanyak 477 orang. Jika mereka semua beroperasi di jalanan saat puncak arus mudik, maka bisa dibayangkan terjadi kepadatan dan pelambatan di jalan raya.
Gubernur Jabar yang menemui langsung para kusir delman di Garut meminta agar uang kompensasi tersebut digunakan dengan bijaksana, dan syukur-syukur bisa menumbuhkan perekonomian karena terjadi perputaran uang di masyarakat.