- Tangkapan layar
Awal Mula Preman Tito Kobra Viral Ancam Bunuh Kapolsek dan Camat di Garut, Nekat Bawa Golok ke Polsek
Jakarta, tvOnenews.com - Seorang pria yang dikenal sebagai preman dengan nama Tito atau Tito Kobra menjadi sorotan di media sosial setelah video penangkapannya beredar luas. Pria tersebut diamankan aparat kepolisian setelah diduga mengancam akan membunuh kapolsek dan camat di wilayahnya.
Peristiwa itu terjadi di wilayah Garut dan melibatkan Kapolsek Pakenjeng, Muslih Hidayat. Dalam rekaman yang beredar, tampak petugas kepolisian menangkap seorang pria di tengah kerumunan warga. Proses pengamanan tersebut sempat diwarnai perdebatan antara pelaku dan aparat di lokasi.
Kapolsek Pakenjeng Iptu Muslih Hidayat menjelaskan, konflik tersebut bermula dari penertiban sekelompok pemuda yang kedapatan mengonsumsi minuman keras pada siang hari saat bulan Ramadan. Kejadian itu berlangsung di area sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro Pakenjeng.
"Sepulang dari safari Ramadan kami lihat ada beberapa motor tapi orangnya tidak ada, kami cek ke bawah ternyata ada orang yang sedang meminum minuman keras," ujar Iptu Muslih, dikutip Senin (16/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa saat itu dirinya memberikan tindakan disiplin berupa hukuman push up kepada delapan orang yang berada di lokasi tersebut. Namun, Tito Kobra disebut tidak menerima perlakuan tersebut terhadap rekan-rekannya.
"Saya tindak dengan push up mereka 8 orang, Tio ini intinya tidak terima bahwa anak buahnya itu ditindak push up," ungkapnya.
Ketegangan kemudian kembali terjadi beberapa hari setelah kejadian tersebut. Pada Jumat (13/3/2026) sore, Tito Kobra mendatangi Kapolsek ketika sedang mengikuti kegiatan pembagian takjil bersama masyarakat.
Muslih menyebutkan dirinya mencoba berdialog langsung dengan pria tersebut. Tito Kobra mengaku tersinggung karena merasa dipermalukan akibat penertiban yang dilakukan sebelumnya.
"Waktu itu dia terus menggerutu karena merasa nama baiknya dicemarkan. Dia juga berbicara dengan nada kasar dan memaki saya. Saya memilih diam saja," kata Muslih.
Situasi semakin memanas ketika Tito Kobra melontarkan ancaman serius kepada pejabat setempat.
"Dia bicara, 'saya bunuh camat sekalian dengan kapolseknya'," ucap Muslih menirukan perkataan Tito Kobra.
Saat dilakukan pemeriksaan, polisi menemukan sebilah golok kecil yang disimpan di dalam tas yang dibawa Tito Kobra. Meski demikian, Muslih mengatakan pihaknya tetap mengedepankan pendekatan pembinaan terhadap yang bersangkutan.