- Antara
Resahkan Warga, Konvoi Remaja Berkedok Bagi Takjil di Tamansari Dibubarkan, Polisi Sita Samurai Hingga Puluhan Petasan
Jakarta, tvOnenews.com - Aparat kepolisian terpaksa bertindak tegas terhadap rombongan remaja yang melakukan konvoi di kawasan Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat.
Alih-alih hanya membawa makanan untuk berbagi, kelompok ini justru kedapatan membawa berbagai benda berbahaya, mulai dari puluhan kembang api hingga senjata tajam.
Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan 30 buah kembang api, 15 batang bambu atau pipa panjang, 15 bendera atribut kelompok, serta sebilah senjata tajam jenis samurai.
Kapolsek Metro Tamansari, Kompol Bobby M. Zulfikar, menjelaskan bahwa penyitaan barang-barang tersebut dilakukan saat petugas memantau jalur yang dilintasi peserta "takjil on the road" pada Minggu malam (15/3).
"Barang bukti itu diamankan saat melakukan pengamanan lintasan jalur 'takjil on the road' oleh kelompok remaja di 'traffic light' Olimo, Jalan Hayam Wuruk, Mangga Besar, Jakarta Barat dan Jalan Mangga Besar Raya Minggu (15/3)," ujar Bobby saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (16/3).
Langkah pengamanan ini diambil polisi sebagai respons cepat atas keluhan warga. Banyak masyarakat yang merasa terancam dan terganggu dengan kebisingan petasan serta aksi konvoi kendaraan yang menggunakan atribut kelompok tertentu di jalan raya.
Petugas di lapangan segera melakukan penggeledahan setelah mendapati adanya indikasi gangguan ketertiban. Hasilnya, polisi menemukan benda yang sangat membahayakan keselamatan.
"Saat dilakukan pengamanan, petugas juga menemukan satu senjata tajam jenis samurai yang langsung kami amankan,” tegas Bobby.
Bobby menambahkan bahwa pada dasarnya pemerintah dan kepolisian mendukung kegiatan berbagi takjil sebagai aksi positif di bulan suci Ramadan. Namun, ia menyayangkan jika kegiatan mulia tersebut disalahgunakan dengan cara-cara yang melanggar aturan.
"Namun harus dilakukan dengan cara yang tertib, tidak berkonvoi serta tidak membawa atribut maupun barang yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan di jalan raya," ujarnya. (ant/dpi)