- dok.Farel
Ramadan di Jayapura: Tingginya Toleransi dan Kebersamaan
Selain itu, Farel juga merasakan toleransi tinggi saat berbagi takjil. Rekannya yang berasal dari umat Kristiani, Budha, Hindu, sangat antusias dalam membantu sesama.
“Paling menarik adalah bersama teman-teman non islam, komunitas dan volunteer, kita berbagi takjil. Kita berbagi ada 150 box. Respon mereka sangat luar biasa antusias menerima. Walaupun kami berbagi sedikit tetapi dengan hati, mereka juga membalasnya dengan hati. Istilahnya ketika kita memberikan orang kebaikan, mereka akan membalas dengan 1000 kebaikan,” terang Farel.
Kemudian Farel juga merasakan tingginya toleransi dan kebersamaan saat momen-momen mendekati hari raya, baik saat Natal maupun Idul Fitri. Masyarakat di lingkungannya saling membantu ketika hendak melaksanakan ibadah.
“Dan memang kalau di sini toleransinya tinggi, kenapa saya bilang begitu? Karena ketika di hari-hari besar, kemarin hari Natal, masyarakat muslim yang di wilayah Kota dan Kabupaten Jayapura ini open untuk masyarakat Kristen untuk melakukan ibadah. Kita melakukan patroli, menyiapkan lapangan untuk parkir mobil dan motor. Namun sebaliknya begitu,” ujar Farel.
“Bahkan di wilayah kompleks dan mungkin di wilayah Kota dan Kabupaten Jayapura ini sering bertukar-tukar hadiah. Bertukar hadiah kayak misalkan hari Kristen nih, kita kasih mereka minuman, kue. Nah, ini begitupun sebaliknya. Ketika kita mau lebaran orang itu malah balik kasih kita hampers, kasih kita minuman,” ucapnya.
Sementara itu, Farel juga menuturkan, tempat ibadah masjid dan gereja di Jayapura saling berdekatan. Tidak ada satu pun masyarakat yang merasa terganggu, bahkan mereka mengaku terbantu dengan adanya kumandang azan.
“Di kompleks saya ini Islam cuma 3 orang dan kita memang rumahnya dekat masjid. Tetapi kemarin saya bertanya-tanya kepada orang-orang kompleks saya yang umat Kristiani, umat Hindu, mereka sangat tidak terganggu. Karena dengan azan subuh pagi-pagi itu mereka jadi on time gitu loh,” katanya. (Ars)