Mendag Sebut Transaksi Program Belanja Lebaran Tembus Rp180 Triliun, Daya Beli Masyarakat Meningkat
- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com - Gelombang konsumsi masyarakat selama Ramadan hingga lebaran Idulfitri 2026 menunjukkan lonjakan signifikan.
Pusat perbelanjaan hingga platform digital dipadati pembeli, menandakan daya beli yang tetap kuat di tengah dinamika ekonomi.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengungkapkan, tren kunjungan ke mal dan pusat ritel meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Aktivitas konsumsi masyarakat bahkan didominasi sektor gaya hidup.
“Data dari APPBI, tingkat kunjungan saat Ramadan dan Idul Fitri 2026 naik sekitar 12 persen year on year. Kemudian konsumsi masyarakat didominasi oleh makanan, minuman, dan entertainment. Peningkatan kunjungan di kuartal I tumbuh 10 persen,” kata Budi Santoso di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2026).
Lonjakan ini tak lepas dari strategi agresif pemerintah bersama pelaku usaha ritel yang menggelar berbagai program diskon besar-besaran.
Kolaborasi dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia, dan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia melahirkan dua program utama; Friday Mubarak 2026 dan Bina Lebaran 2026.
Hasilnya, total transaksi dari kedua program tersebut menembus angka fantastis Rp180,9 triliun.
Program Friday Mubarak menjadi kontributor terbesar dengan realisasi Rp126,021 triliun per 29 Maret dan diperkirakan mencapai Rp129,1 triliun hingga akhir bulan melampaui target Rp119 triliun.
Sementara itu, program Bina Lebaran mencatat transaksi Rp54,9 triliun, atau 2,8 persen di atas target Rp53,38 triliun.
Tak berhenti di momentum Lebaran, pemerintah berencana melanjutkan gelombang diskon serupa sepanjang tahun, menyasar periode libur sekolah, Hari Kemerdekaan, hingga akhir tahun.
Di sisi lain, tren belanja digital juga menunjukkan performa impresif. Berdasarkan data lembaga riset e-commerce ECDB, nilai transaksi online Indonesia pada Februari 2026 diperkirakan mencapai US$5,76 miliar atau setara Rp96,7 triliun.
Produk-produk khas Lebaran menjadi motor utama konsumsi, mulai dari fesyen muslim hingga kebutuhan rumah tangga.
“Produk paling laris fesyen muslim, produk makanan dan minuman, hampers lebaran, produk kecantikan dan peralatan rumah tangga,” ujar Budi. (agr/dpi)
Load more