news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

peredaran obat-obatan jenis Tramadol hingga Hexymer.
Sumber :
  • tvOne - edy cahyono

Sikap Tegas TNI AU Tanggapi Video Viral Dugaan Transaksi Tramadol di Seberang Markas Satrekon

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) menyikapi video viral yang menunjukkan adanya dugaan transaksi obat keras Tramadol di depan Markas Satrekon.
Rabu, 18 Maret 2026 - 05:26 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - TNI AU menyikapi terkait adanya dugaan penjualan obat keras jenis Tramadol yang viral di media sosial belakangan ini.

Dalam video viral, aktivitas transaksi penjualan Tramadol diduga lewat sistem cash on delivery (COD). Itu terjadi di seberang Markas Satuan Rekonstruksi (Satrekon), Halim Perdanakusuma, Makasar, Jakarta Timur.

Perekam mengingatkan orang yang terlibat agar tidak transaksi obat keras tersebut. Setelah meninggalkan lokasi, perekam bertanya-tanya alasan TNI AU tidak bertindak terhadap praktik jual beli obat keras secara ilegal.

TNI AU langsung merespons video viral dugaan transaksi Tramadol di seberang markas. TNI AU membantah berkaitan dengan aktivitas jual beli obat keras tersebut.

"TNI Angkatan Udara menegaskan bahwa, institusi maupun personel TNI AU tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan dugaan aktivitas transaksi obat keras tanpa izin di lokasi yang disebutkan dalam video tersebut," ungkap TNI AU dalam keterangan resminya melalui Instagram @militer.udara dikutip, Rabu (18/3/2026).

Klarifikasi Pengendara Sepeda Motor Dinas TNI AU di Lokasi Dugaan Transaksi Tramadol

TNI AU tampaknya sudah melihat dari video yang merebak di media sosial tersebut. Di dalamnya, terdapat seorang pengendara yang menggunakan motor dinas dari pihaknya.

Di video tersebut, pengendara yang mengendarai sepeda motor dinas TNI AU berbelok ke arah lokasi. Itu terjadi saat beberapa orang diduga melakukan transaksi Tramadol.

TNI AU membantah keras kendaraan motor dinas miliknya diduga ingin transaksi Tramadol di lokasi tersebut. Lagi pula, anggota yang mengendarai motor tersebut bukan bertujuan ke lokasi kejadian.

"Melainkan anggota yang bersangkutan sedang menuju penjual minuman di sekitar lokasi untuk membeli minuman," terangnya.

Terkait video dugaan jual beli obat keras diduga di dekat Markas Satrekon, TNI AU menyampaikan bahwa, kegiatan tersebut tentu tidak termasuk wilayah Satrekon, melainkan berada di luar area markas.

TNI AU menyayangkan video tersebut langsung viral hingga menuai beragam respon negatif di ruang jagat maya. Padahal faktanya bukan di wilayah Satrekon.

"Berkembangnya berbagai komentar dan persepsi di media sosial yang mengaitkan keberadaan dinas TNI AU dengan aktivitas tersebut, bukan merupakan fakta yang sebenarnya dan lokasi tersebut berada di luar wilayah Satuan yang dimaksud," tegasnya.

Tolak Adanya Aktivitas Transaksi Obat Keras Jenis Tramadol

TNI AU secara tegas menolak adanya pelanggaran hukum. Apalagi menyangkut peredaran obat keras secara ilegal.

Pihaknya tentu sangat mendukung terhadap penegakan hukum yang berlaku di Indonesia. Tujuannya agar masyarakat terhindar dari peredaran maupun peredaran obat keras jenis Tramadol.

Dalam penutupnya, TNI AU berupaya menjaga profesionalitas. Jika ditemukan indikasi adanya pelanggaran hukum terkait transaksi obat keras dari anggota maupun area markas, pihaknya akan bertindak secara tegas.

"TNI Angkatan Udara tetap berkomitmen untuk menjaga profesionalitas, integritas, serta kepercayaan masyarakat dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara," tukas TNI AU.

(hap)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:47
06:03
01:21
01:11
01:18
01:06

Viral