- tvOnenews/Syifa Aulia
Lebaran NU dan Muhammadiyah Beda Hari, Ketua Komisi VIII DPR Ingatkan Masyarakat Jaga Toleransi
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idulfitri/Lebaran jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Jadwal ini berbeda dengan Muhammadiyah yang akan melaksanakan Lebaran pada Jumat, 20 Maret 2026. Sementara, kelompok Nahdlatul Ulama (NU) mengikuti jadwal pemerintah.
Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang mengatakan penetapan tersebut sesuai hasil seminar ilmiah dan konfirmasi dari 123 titik pemantauan di seluruh Indonesia.
- YouTube/Kemenag RI
“Pada saat seminar, kesimpulannya tidak memungkinkan melihat hilal. Dan konfirmasi setelah menunggu seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Timur sampai ke Barat, juga tidak mendapatkan konfirmasi terlihatnya hilal,” kata Marwan di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2026).
Meski ada perbedaan antara NU dengan Muhammadiyah, Marwan mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap menghormati keputusan tersebut.
Dia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga sikap toleransi atas perbedaan itu.
“Andaikan ada masyarakat yang memahami dan percaya, memutuskan bahwa 1 Syawal di hari esok Jumat, bisa ditoleransi dan ini tidak menjadi perbedaan di antara kita sebagai umat Muslim, dan mari kita menjaga ukhuwah dengan baik,” ucap Marwan. (saa/rpi)