news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden Prabowo Subianto saat berdialog bersama sejumlah jurnalis dan pakar di Hambalang, Bogor..
Sumber :
  • Bakom RI

Prabowo Sebut 1.000 Lebih Dapur MBG Dihentikan Sementara, Ini Alasan dan Langkah Tegasnya: Siapapun Boleh Cek

Presiden Prabowo menegaskan penghentian sementara ribuan SPPG itu bukan berarti program dihentikan, melainkan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap MBG.
Jumat, 20 Maret 2026 - 14:44 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan lebih dari 1.000 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah dihentikan sementara. 

Langkah tegas ini diambil sebagai bagian dari upaya pembenahan untuk meningkatkan kualitas layanan.

Penyetopan ini harus dilakukan untuk memastikan lagi standar gizi, kebersihan, dan keamanan pangan benar-benar terpenuhi agar program berjalan optimal dan tepat sasaran.

"Saya langsung cek. Panggil Kepala BGN dan saya terus cross-check," ujar Prabowo dalam dialog bersama para jurnalis dan pakar di kediamannya di Hambalang, Bogor, diktip Jumat (20/3/2026).

Presiden menegaskan penghentian sementara ini bukan berarti program dihentikan, melainkan bagian dari evaluasi menyeluruh.

Kebijakan itu diambil setelah dilakukan peninjauan langsung menyusul berbagai masukan dan kritik terhadap pelaksanaan program di lapangan.

Ia menambahkan, pemerintah justru menjadikan kritik sebagai bahan perbaikan demi meningkatkan kualitas program yang berdampak pada masa depan generasi.

"Saya kirim orang-orang saya yang ngecek. Saya kira, kalau nggak salah ya, dari sekian puluh ribu dapur, sudah kita tutup lebih dari seribu," lanjutnya.

Menurut Presiden, tindakan tegas diterapkan terhadap dapur yang tidak memenuhi standar, dengan pengawasan langsung di lapangan.

"Lebih dari seribu. Ini saya punya wakil kepala satu ibu, ibu ini, ibu Nanik ya. Ini galak sekali dia. Dia sidak terus kerjanya," katanya.

"Yang sudah di-suspend, 1.030. Dan yang kita lakukan sekarang adalah sertifikasi. Jadi kalau dapur kamu mau survive lebih dari berapa bulan, kamu harus lulus sertifikasi kebersihan, sertifikasi keamanan makanan, dicek airnya gimana, airnya aman, airnya dimasak seperti apa, kemudian omprengnya, semua itu ada kriterianya. Kalau gak beres ditutup," ujar Presiden.

Selain penghentian sementara, pemerintah mulai menerapkan standar dan sertifikasi ketat untuk seluruh dapur program.

Setiap unit diwajibkan memenuhi persyaratan kebersihan, keamanan pangan, kualitas air, serta proses pengolahan yang sesuai ketentuan. Dapur yang tidak memenuhi standar akan ditangguhkan hingga dilakukan perbaikan.

Pemerintah juga membuka ruang pengawasan publik dengan menyediakan mekanisme pelaporan bagi masyarakat, sekolah, dan orang tua untuk memantau pelaksanaan program.

Presiden menegaskan bahwa transparansi dan partisipasi publik menjadi kunci agar program berjalan bersih dan tepat sasaran.

"Siapapun boleh cek. Kepala sekolah, orang tua, masyarakat sekitar boleh masuk dan komplain," tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya perubahan budaya dalam pelaporan program agar tidak hanya menampilkan hal-hal positif semata.

"Laporan yang hanya bagus-bagus itu budaya yang tidak baik. Kita harus berani menghadapi realitas," ujarnya.

Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat pengawasan dan memperbaiki sistem agar program Makan Bergizi Gratis benar-benar memberikan manfaat nyata, khususnya dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak. (rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:33
03:18
00:47
02:55
01:46
05:08

Viral