Klaten Geger, Minyak Goreng Bantuan Berbau Solar
Klaten, tvOnenews.com - Warga Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, beramai-ramai mengembalikan minyak goreng bantuan pangan ke kantor desa setelah menemukan aroma menyengat yang diduga menyerupai bau solar.
Minyak goreng bermerek Minyakita tersebut merupakan bagian dari program bantuan pangan tahap kedua periode April–Juni 2026.
Setiap keluarga penerima manfaat (KPM) menerima bantuan berupa empat liter minyak goreng dan beras.
Keluhan muncul setelah sejumlah warga menggunakan minyak goreng tersebut untuk memasak.
Beberapa warga mengaku mengalami pusing, mual, hingga sakit perut setelah mengonsumsi makanan yang dimasak menggunakan minyak bantuan tersebut.
Salah seorang warga mengaku baru menyadari adanya masalah setelah menggunakan minyak tersebut selama dua hari untuk memasak telur.
Tak lama setelah makanan dikonsumsi, ia dan keluarganya mengalami gejala pusing dan mual.
Temuan tersebut membuat warga curiga karena aroma minyak dinilai tidak wajar dan menyerupai bau solar atau minyak tanah.
Akibatnya, ratusan liter minyak goreng bantuan dikembalikan ke kantor desa.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Klaten langsung berkoordinasi dengan Bulog dan pihak produsen.
Hasil pengecekan sementara menunjukkan minyak goreng yang diduga bermasalah tersebar di dua kecamatan, yakni empat desa di Kecamatan Jogonalan dan sembilan desa di Kecamatan Wedi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Klaten menyebut secara visual minyak goreng tersebut tidak menunjukkan kejanggalan saat masih dalam kemasan.
Namun setelah dibuka dan digunakan untuk memasak, muncul aroma yang menyerupai solar atau minyak tanah serta warna minyak terlihat lebih keruh dibandingkan produk sebelumnya.
Total bantuan pangan tahap kedua yang disalurkan di wilayah tersebut mencapai 24.120 liter minyak goreng untuk 60.030 keluarga penerima manfaat.
Sebagai tindak lanjut, pihak produsen telah mengganti seluruh minyak goreng yang dikeluhkan warga dengan produk baru dari jenis yang sama.
Sementara minyak goreng yang diduga bermasalah dibawa ke laboratorium untuk diuji guna mengetahui penyebab munculnya aroma menyerupai solar tersebut.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat yang masih menemukan minyak goreng dengan kondisi serupa agar segera melaporkan kepada pemerintah desa atau instansi terkait untuk ditindaklanjuti.