- Antara
Cerita Jalur Mudik di Pantura yang Nyaris Lenyap Ditinggal Pemudik Lebaran
Jakarta, tvOnenews.com - Momentum mudik Hari Raya Idulfitri atau Lebaran setiap tahunnya meningglakan sepenggal cerita hidp bagi para pelakunya termasuk mengenang jalur Alas Roban yang di Pantai Utara (Pantura) Jawa.
Nama Alas Roban tentu sudah tidak asing lagi. Bagi banyak pemudik, kawasan ini pernah menjadi bagian dari perjalanan panjang yang menantang sekaligus penuh cerita.
Jalan yang berkelok, naik turun, dan diapit kawasan hutan membuat Alas Roban dikenal sebagai salah satu jalur paling menantang di Pantura. Namun justru di sanalah pengalaman perjalanan terasa paling kuat, ketika kendaraan berjalan perlahan di tengah antrean panjang, dan warung-warung pinggir jalan menjadi tempat singgah yang tak terpisahkan.
Era sebelum adanya Tol Trans Jawa
Sebelum beroperasinya Tol Trans Jawa sekitar 2018, jalur ini nyaris tidak pernah benar-benar sepi. Arus kendaraan dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur mengalir tanpa henti, terutama saat musim mudik Lebaran.
- Antara
Pada periode H-3 hingga H+3 Lebaran, kemacetan menjadi pemandangan yang biasa. Kendaraan mengular panjang hingga malam hari. Dalam kondisi seperti itu, waktu perjalanan sering kali sulit diprediksi.
Di tengah antrean tersebut, warung-warung di sepanjang Alas Roban menjadi tempat istirahat sekaligus ruang interaksi. Pengendara turun untuk makan, minum, atau sekadar duduk sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.
Bagi sebagian orang, momen berhenti di warung sederhana di pinggir hutan, ditemani udara malam yang dingin, justru menjadi bagian yang paling diingat dari perjalanan mudik.
Selain dikenal sebagai jalur utama, Alas Roban juga lama lekat dengan citra sebagai kawasan yang angker. Minimnya penerangan dan kondisi jalan yang melintasi hutan membuat berbagai cerita berkembang di kalangan pengendara.
Cerita-cerita tersebut, baik benar maupun tidak, ikut membentuk pengalaman perjalanan. Melewati Alas Roban pada malam hari bukan hanya soal jarak, tetapi juga soal keberanian dan kewaspadaan.
Kini, suasana itu perlahan berubah. Sejak jalan tol beroperasi, sebagian besar kendaraan roda empat beralih ke jalur yang lebih cepat. Alas Roban tidak lagi dipadati kendaraan besar seperti dulu.