- Antara
Cerita Jalur Mudik di Pantura yang Nyaris Lenyap Ditinggal Pemudik Lebaran
Jalur yang sebelumnya hidup hampir sepanjang hari kini terasa lebih lengang, terutama di luar musim mudik. Warung-warung yang dulu ramai perlahan kehilangan keramaian yang pernah menjadi penopangnya.
- Antara
Masih Dilalui, Tapi dengan Cerita Berbeda
Meski tidak lagi seramai dulu, Alas Roban belum benar-benar ditinggalkan.
Bagi pemudik sepeda motor, jalur ini tetap menjadi pilihan utama karena tidak memiliki akses ke jalan tol. Di beberapa titik, pengendara masih terlihat berhenti untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan panjang.
Di kawasan sebelum memasuki Alas Roban dari arah barat, sejumlah pemudik tampak singgah di warung pinggir jalan. Mereka duduk santai, minum, atau sekadar melepas lelah setelah berjam-jam di perjalanan. Salah seorang pemudik, Heri, mengaku menempuh perjalanan dari Cibitung menuju Solo dengan durasi lebih dari 12 jam.
“Dari Cibitung mau ke Solo. Perjalanan bisa 12 jam lebih karena sempat mampir dulu,” ujarnya.
Pemudik lainnya, Andre, yang melakukan perjalanan dari Bekasi menuju Sukoharjo, memilih menggunakan sepeda motor karena pertimbangan biaya dan fleksibilitas.
“Kalau pakai motor biayanya lebih murah dan lebih simpel,” katanya.
Ia mengaku perjalanan tidak selalu berjalan sesuai rencana. Kemacetan hingga kecelakaan di jalan masih menjadi risiko yang dihadapi.
“Tadi sempat macet di Karawang, juga ada beberapa kecelakaan,” ujarnya.
Saksi Kesunyian Alas Roban
Di tengah perjalanan panjang tersebut, warung-warung di sepanjang jalur Alas Roban tetap menjadi tempat singgah, meski tidak lagi seramai dulu.
Siti Aminah, pedagang yang telah berjualan sejak sekitar 2011, merasakan langsung perubahan tersebut.
“Dulu sebelum ada tol, ramai sekali. Sekarang turun drastis sejak ada tol itu,” katanya.
Menurut dia, perbedaan paling terasa adalah jenis kendaraan yang melintas. Jika dulu mobil pribadi, bus, hingga truk kerap berhenti, kini mayoritas yang singgah adalah pemudik sepeda motor.
“Sekarang kebanyakan pemotor. Kalau mobil kan enak lewat tol,” ujarnya.
Dampaknya terasa pada pendapatan harian yang tidak lagi menentu.