news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Bikin Marah Dedi Mulyadi, Pegawai Pramusaji Kantor Dinas Gubernur Ini Diminta Keluar dari Pekerjaannya.
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Kang Dedi Mulyadi

Bikin Marah Dedi Mulyadi, Pegawai Pramusaji Kantor Dinas Gubernur Ini Diminta Keluar dari Pekerjaannya

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM tak segan meminta pegawainya keluar dari pekerjaannya di momen Lebaran 2026 di kantor dinas Gedung Pakuan Bandung.
Minggu, 22 Maret 2026 - 11:59 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM tak segan meminta pegawainya keluar dari pekerjaannya di momen Lebaran 2026.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kecewa kepada pegawai pramusaji di kantor dinas gubernur Gedung Pakuan Kota Bandung sampai meminta sang pegawai keluar dari pekerjaannya.

Suasana menegangkan terjadi di Kantor Dinas Gubernur Jawa Barat Gedung Pakuan sebelum Shalat Idul Fitri 1447 H, digelar pada Sabtu (21/3/2026).

Awalnya sebelum berangkat shalat Idul Fitri Kang Dedi Mulyadi alias KDM menyapa sejumlah pegawai, seperti sekuriti dan tukang sapu di kantor dinasnya.

Momen Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM marahi pegawai pramusaji sebelum shalat Ied
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Kang Dedi Mulyadi

Tidak hanya menyapa, KDM juga membagikan uang atau salam tempel bagi pegawai yang tetap bertugas di hari Lebaran 2026.

Ada banyak pegawai yang terpaksa tidak berkumpul dengan keluarganya karena harus tetap bertugas di kantor dinas gubernur tersebut.

Mulai dari sekuriti hingga para tukang bersih-bersih. Mereka dipanggil lalu diberi salam tempel  pecahan Rp100.000 oleh KDM.

Namun suasana penuh empati itu berubah menjadi sedikit tegang, ketika KDM menegur pegawai pramusaji yang ikut menghampirinya demi mendapat salam tempel.

Dedi Mulyadi langsung menunjukkan emosinya, dan memberikan teguran kepada pegawai pramusaji tersebut.

"Ke kabiasaan siga nu teu meunang gaji wae (nanti kebiasaan kayak enggak dapat gaji saja). Jadi kan ini ditanya, (lalu) dikasih, jangan punya kebiasaan begitu, enggak boleh kamu pegawai," katanya menegur sang pegawai.

Lebih lanjut Dedi memberikan teguran menohok kepada sang pegawai.

"Kan lain jelema sangsara (kan bukan orang susah) punya gaji kan? enggak boleh begitu. Jadi kalau orang memberi nunggu aja, jangan nyamperin. Kamu bukan orang miskin kan?" sindirnya.

"Punya gaji kan? punya THR kan? enggak boleh begitu. Ini Gedung Pakuan enggak boleh punya jiwa miskin," tambahnya.

Sang pegawai pramusaji langsung meminta maaf kepada Dedi Mulyadi.

"Iya Pak, maaf Pak! Siap Pak!," jawab sang pegawai Pramusaji.

Meski begitu, KDM tetap memberi salam tempel kepada pegawai pramusaji tersebut sambil menasehatinya.

"Suka ngasih, tapi kalau orang yang tiba-tiba ini saya enggak suka. Apalagi kamu punya gaji kan? dibanding yang lain kamu lebih baik kan," lanjut KDM.

Lebih lanjut, KDM bertanya apakah pekerjaannya membuatnya capek?

Namun jawaban sang pramusaji tampaknya tak membuat KDM puas, bahkan membuatnya kecewa.

"Capek juga pak!" jawabnya.

"Capek naon saya tanya (capek apa saya tanya)?" sambung KDM.

"Beberesih dapur," katanya.

Mendengar jawaban sang pegawai pramusaji, KDM langsung emosi dan otomatis menyusuh sang pegawai keluar dari pekerjaannya.

"Oke keluar dari sini kerjanya," tegas KDM.

"Keluar dari sini kerja," ulangnya.

Suasana langsung berubah menegangkan. 

"Saya bayangkan anda kerja di dapur, capek mana dengan yang angkut sampah? Yaudah kamu besok kerja angkut sampah saja, enggak usah kerja di dapur," katanya.

KDM menegaskan bahwa selama ini dirinya jarang bekerja di kantor dinas Gedung Pakuan.

Lantas, apakah dirinya menyusahkannya dan sering membawa tamu ke Gedung Pakuan.

Sementara selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi jarang tinggal di kantor dinas tersebut.

Ia pun mengakui jika Dedi Mulyadi memang jarang berada di kantor dinas tempatnya bekerja.

Namun, ia mengaku dirinya tetap bekerja di dapur untuk para staf dan para pekerja di lingkungan kantor dinas Gubernur Jabar tersebut.

Dedi Mulyadi kembali menegur agar pegawai tersebut tak boleh memiliki mental miskin dengan mengeluh mudah capek.

“Kamu gak boleh punya mental begitu,” ujar Dedi Mulyadi.

Tak hanya soal mentalitas, Dedi Mulyadi juga menyoroti aspek profesionalisme. 

Dedi Mulyadi memastikan para pekerja yang telah berkorban waktu bersama keluarga di hari fitri ini mendapatkan apresiasi yang layak. (muu)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:50
11:46
13:17
04:14
05:49
11:46

Viral