- dok.Setpres
Prabowo–Megawati ‘Mesra’ di Istana, Pengamat: Sinyal Kuat Persatuan Elite di Tengah Gejolak Global
Jakarta, tvOnenews.com – Pertemuan hangat antara Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka memantik optimisme baru di tengah dinamika politik dan tekanan ekonomi global.
Momen yang terjadi menjelang Idulfitri itu dinilai bukan sekadar silaturahmi, melainkan simbol kuat rekonsiliasi dan persatuan elite nasional.
Pengamat politik sekaligus Direktur Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, menilai suasana akrab yang ditunjukkan kedua tokoh besar tersebut membawa pesan strategis bagi stabilitas bangsa.
“Kesan akrab dalam Pertemuan antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan Presiden ke-5 Megawati Soekarno Putri memiliki makna simbolik tentang pentingnya persatuan di tingkat elit demi persatuan dan kemajuan Indonesia,” ujarnya saat dihubungi tvOnenews.com, Minggu (22/3/2026).
Menurut Iwan, publik menangkap sinyal positif dari pertemuan tersebut. Di tengah ketidakpastian global, keharmonisan elite menjadi faktor kunci menjaga arah pembangunan nasional.
“Pemandangan seperti yang ditunjukkan oleh dua tokoh besar bangsa tersebut membuat adem dan menebar optimisme untuk masa depan Indonesia,” katanya.
Ia menambahkan, pertemuan ini sekaligus mematahkan spekulasi lama terkait hubungan keduanya yang sempat dirumorkan retak. Terlebih, sebelumnya Megawati tidak hadir dalam pertemuan Prabowo dengan sejumlah tokoh nasional lainnya.
“Hari ini kita melihat simbol bahwa para elite di negeri ini sangat harmonis, meski secara politik berdiri di tempat yang berbeda,” lanjutnya.
Secara politik, Iwan menekankan bahwa Prabowo dan Megawati merupakan representasi dua kekuatan besar, yakni Gerindra dan PDIP, yang memiliki pengaruh signifikan terhadap arah kebijakan nasional.
“Dalam situasi politik dan ekonomi global yang serba tidak pasti seperti saat ini memang yang paling penting adalah persatuan dan kekompakan dari semua elemen bangsa. Apalagi antara Prabowo dan ibu Mega merupakan representasi dua kekuatan politik penentu arah bangsa yakni Gerindra dan PDIP,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menilai pertemuan tersebut juga menghapus persepsi adanya konflik personal antara keduanya.
“Secara politik, masyarakat bisa melihat fakta yang tidak terbantahkan bahwa Prabowo dan Megawati tidak memiliki konflik atau perselisihan. Kita semua berharap keharmonisan ini terus terjalin demi masa depan Indonesia yang lebih kuat dan bersatu,” tegas Iwan.
Ia bahkan menduga ketidakhadiran Megawati dalam pertemuan sebelumnya memiliki faktor tersendiri.
“Dugaan saya, mengapa Megawati tidak hadir kemarin, karena ada Pak Jokowi yang hadir. Meskipun itu dugaan saya,” ucapnya.
Selain sebagai ajang silaturahmi, pertemuan tersebut juga diyakini membahas isu-isu strategis, mulai dari kondisi ekonomi global hingga dinamika geopolitik yang memanas.
“Saya kira konten pertemuannya membahas situasi ekonomi dan politik luar negeri Indonesia pasca meletusnya perang Iran vs Israel-Amerika. Dan mungkin juga soal dinamika politik nasional,” pungkasnya.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut pertemuan antara Prabowo dan Megawati berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Momen tersebut dinilai menjadi simbol penting bahwa persatuan nasional tetap terjaga di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa. (agr)