- Pexels/fan joo
‘Godzilla’ El Nino Mengintai April 2026: RI Terancam Kemarau Panjang, Hujan Makin Langka
Ancaman Nyata: Pangan hingga Karhutla
BRIN mengingatkan bahwa dampak fenomena ini tidak bisa dianggap sepele. Sejumlah sektor strategis diperkirakan akan terdampak langsung.
Berikut potensi dampak yang perlu diwaspadai:
-
Kekeringan di Pantura Jawa yang mengancam lumbung padi nasional
-
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan
-
Banjir di wilayah timur Indonesia akibat curah hujan tinggi saat kemarau
-
Gangguan produksi pangan akibat minimnya air
-
Peluang peningkatan produksi garam di wilayah selatan Indonesia
Periset Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Erma Yulihastin, menegaskan bahwa kondisi ini membutuhkan langkah antisipasi serius dari pemerintah.
Pemerintah Diminta Siapkan Mitigasi Sejak Dini
Menghadapi potensi kemarau panjang, BRIN mendorong pemerintah untuk segera menyiapkan strategi mitigasi yang komprehensif.
Langkah yang dinilai krusial antara lain:
-
Mengantisipasi kekeringan di wilayah lumbung pangan
-
Mencegah dan mengendalikan kebakaran hutan dan lahan
-
Mengelola potensi banjir di wilayah timur Indonesia
-
Mengoptimalkan sektor yang diuntungkan seperti produksi garam
Selain itu, kesiapan infrastruktur air dan sistem irigasi juga menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas produksi pangan nasional.
Alarm Dini Perubahan Iklim Ekstrem
Fenomena El Nino “Godzilla” ini menjadi pengingat bahwa perubahan iklim global semakin nyata dan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Dengan durasi yang diprediksi cukup panjang, April hingga Oktober 2026, masyarakat diimbau untuk mulai bersiap menghadapi potensi kekeringan, terutama di wilayah yang rentan.
Kewaspadaan dan kesiapan menjadi kunci untuk meminimalkan dampak buruk yang bisa ditimbulkan. (nsp)