- YouTube
Kesal dengan Pramusaji di Gedung Pakuan, Dedi Mulyadi Blak-Blakan Bilang Tak Suka dengan Jenis Orang Seperti Ini
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menarik perhatian setelah interaksinya dengan dua orang pramusaji di Gedung Pakuan, Bandung, Jawa Barat.
Di sebuah video yang diunggah oleh YouTube Kang Dedi Mulyadi, sang gubernur menunjukkan rasa kesalnya terhadap seorang pramusaji yang berinteraksi dengannya.
Diketahui, dalam rangka Lebaran 2026, pria yang juga dikenal sebagai KDM itu membagi-bagikan uang tunjangan hari raya (THR) kepada para pedagang dan petugas kebersihan di sekitar Gedung Pakuan.
Terlihat beberapa lembar uang rupiah berwarna merah di tangannya. Beberapa warga sekitar tampak mengelilingi sang gubernur yang membagikan THR di halaman rumah dinasnya itu.
Ia juga sesekali memberikan pesan semangat kepada masyarakat yang menyapanya, mengingatkan agar tak lupa bersyukur dan tak boleh menyerah.
Namun, senyum sang gubernur mendadak berubah ketika ia didatangai dua orang pramusaji. Diketahui, dua pria pramusaji itu bekerja di Gedung Pakuan, melayani tamu atau siapa pun yang hadir di rumah dinas gubernur.
Kejadian itu bermula ketika dua orang pramusaji ikut mendatangi Dedi Mulyadi untuk meminta jatah THR. Namun, kedatangan sang pramusaji tidak disambut baik oleh sang gubernur.
Menurut Dedi, pramusaji yang mendatanginya itu tidak sopan karena terkesan mengejarnya. Ia pun langsung memberikan teguran dan mengatakan agar pramusaji itu menunggu saja THR yang akan diberikan.
- Tangkapan Layar YouTube Kang Dedi Mulyadi
"Jadi kalau ada orang memberi, nunggu aja jangan nyamper, enggak boleh. Kamu bukan orang miskin," kata Dedi, dikutip Minggu (22/3/2026).
Mantan Bupati Purwakarta ini meminta agar dua pramusaji itu tidak terbiasa minta-minta. Mestinya, mereka berdua lebih tertib karena merupakan pegawai di Gedung Pakuan.
"Ini Gedung Pakuan, enggak boleh punya jiwa miskin," katanya menegaskan.
Di hadapan dua pramusaji itu, Dedi mengungkapkan, dirinya suka memberi, tapi tidak suka jika ada yang meminta. Ia juga menyoroti status dua pegawai Gedung Pakuan tersebut yang menurutnya lebih baik dari para pedagang atau orang dengan pekerjaan tak tetap lainnya.
"Saya suka ngasih, tapi kalau orang yang tiba-tiba (minta) ini saya enggak suka. Apalagi kamu punya gaji kan, dibanding yang lain kamu lebih baik, kan," katanya.
Belum selesai sampai di situ, Dedi kemudian mengatakan bahwa pekerjaan pramusaji tidak melelahkan dibandingkan dengan pekerjaan lainnya seperti tukang sampah.
Namun, pernyataan itu dibantah oleh sang pramusaji. Ia mengaku juga merasa lelah dengan pekerjaannya. Bantahan itu pun sontak membuat Dedi makin terlihat geram.
"Capek apa, saya tanya? Oke, keluar dari sini kerjanya!," seru Dedi ketika mendengar pengakuan sang pramusaji.
Ia kemudian mengungkapkan bahwa sehari-hari jarang berada di Gedung Pakuan. Selian itu, tamu-tamu pun jarang hadir ke rumah dinas gubernur. Hal ini mestinya membuat pekerjaan di dapur tidak melelahkan.
Bahkan, menurutnya, pekerjaan di dapur harusnya sangat ringan karena tidak banyak tamu yang harus dilayani setiap harinya.
Sang pramusaji pun akhirnya mengerti setelah ditegur langsung oleh orang nomor satu Jawa Barat itu. Pria bertubuh kurus itu kemudian meminta maaf kepada Dedi. (iwh)