- Antara
Jejak Misterius WNA Irak di Balik Pembunuhan Cucu Mpok Nori: Dari Mantan Suami hingga Pelarian ke Tol Merak
Jakarta, tvOnenews.com – Kasus pembunuhan tragis yang menimpa Dwintha Anggary, cucu seniman Betawi legendaris Mpok Nori, mengungkap sosok pelaku yang hingga kini menjadi sorotan. Polisi memastikan pelaku adalah seorang warga negara asing (WNA) asal Irak berinisial Fuad, yang juga merupakan mantan suami siri korban.
Di balik kasus ini, terkuak profil pelaku yang cenderung tertutup, jarang berinteraksi dengan lingkungan, hingga jejak keberadaannya sebelum kejadian yang kini menjadi kunci penyelidikan.
Sosok Fuad: Mantan Suami Siri yang Tertutup
Fuad dikenal sebagai sosok yang tidak banyak bergaul di lingkungan tempat tinggal korban. Ia disebut jarang terlihat oleh warga sekitar dan tidak memiliki interaksi sosial yang intens.
Dalam kesehariannya, Fuad lebih sering menggunakan bahasa Inggris saat berkomunikasi, yang membuatnya semakin sulit dikenali oleh lingkungan sekitar.
Riwayat hubungan antara Fuad dan korban juga terbilang kompleks. Keduanya diketahui pernah tinggal bersama di Malaysia sebelum menjalani hubungan pernikahan siri.
Namun, hubungan tersebut berakhir sekitar satu bulan sebelum peristiwa tragis terjadi. Setelah berpisah, korban kembali ke Jakarta dan tinggal sendiri di rumah kontrakan di kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur.
Aktivitas Misterius Sebelum Kejadian
Meski dikenal tertutup, keberadaan Fuad sempat terdeteksi oleh warga sehari sebelum kejadian.
Sejumlah saksi memberikan keterangan penting yang menguatkan dugaan keterlibatan pelaku.
Berikut aktivitas Fuad yang terpantau:
-
Terlihat berjalan kaki di Gang Daman 2 menuju Gang Daman 1
-
Mengenakan kaos hijau dan celana pendek
-
Sempat menyapa warga saat berpapasan
-
Terlihat kembali saat salat Subuh di Masjid Al Ikhlas Bambu Apus
Kesaksian ini menunjukkan bahwa pelaku berada di sekitar lokasi dalam waktu yang cukup lama sebelum kejadian terjadi.
Akses Kunci Jadi Fakta Krusial
Dalam penyelidikan, polisi menemukan fakta penting terkait akses ke rumah korban. Diketahui, hanya ada dua orang yang memegang kunci kontrakan tersebut.
-
Dwintha Anggary (korban)
-
Fuad (mantan suami)
Temuan ini memperkuat dugaan bahwa pelaku dapat masuk ke dalam rumah tanpa harus merusak pintu atau jendela.
Saat korban ditemukan, pintu kamar dalam kondisi terkunci dari dalam, sementara jendela terbuka.