- dok. Tim Media Prabowo
Prabowo Tegaskan Investasi AS Boleh Masuk ke Indonesia, Tapi Hilirisasi Harga Mati
Jakarta, tvOnenews.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan ekonomi nasional tidak akan bergeser meski Indonesia membuka ruang kerja sama investasi dengan Amerika Serikat (AS).
Di tengah pembahasan perjanjian tarif, satu prinsip tetap dijaga ketat yaitu hilirisasi tidak bisa ditawar.
Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak ingin kembali pada pola lama ekspor bahan mentah, meskipun tekanan dan peluang dari kerja sama global semakin besar.
Prabowo menegaskan Indonesia tetap terbuka bagi investor asing, termasuk di sektor strategis seperti mineral kritis. Namun, seluruh aktivitas harus mengikuti aturan nasional, terutama terkait harga dan tata kelola sumber daya.
“Soal critical mineral. Saya sudah katakan, kita terbuka. But everything at market price. At economic price,” ujar Prabowo, dalam sebuah wawancara, dikutip Senin (23/3/2026).
Menurutnya, keterbukaan ini bukan berarti tanpa batas. Pemerintah memastikan setiap kerja sama tetap memberikan nilai ekonomi optimal bagi negara.
Prabowo mencontohkan keterlibatan asing dalam sektor tambang yang telah berlangsung lama, seperti proyek Freeport Indonesia. Ia menilai model tersebut tetap relevan selama memberikan kontribusi besar bagi penerimaan negara.
“Jadi kalau dia mau ikut (aturan), kita izin kan mereka mining di Freeport. Sudah berapa puluh tahun. Freeport sekarang menghasilkan salah satu revenue kita yang paling besar. Kita izin kan,” lanjutnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa pemerintah tidak anti terhadap investasi asing, selama berada dalam kerangka kepentingan nasional.
Meski terbuka, Prabowo menegaskan garis batas yang tidak boleh dilanggar: tidak ada lagi ekspor bahan mentah tanpa pengolahan di dalam negeri.
“Bahan mentah, kita minta di processing. Kalau dia mau mining dan proses di sini, tetap dong,” tegasnya.
Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkuat industri nasional.
Prabowo juga menekankan bahwa komoditas mineral kritis harus dikelola dengan pendekatan ekonomi yang rasional dan menguntungkan.
“Critical mineral itu is a commodity. If they pay international market price, mau dia yang main atau kita yang main, we get the economic value. Yang penting kita kasih access,” tandasnya.