- Pemprov DKI Jakarta
BKN Bolehkan ASN WFA 2 Hari dalam Seminggu: Hemat BBM-Produktivitas Naik
Jakarta, tvOnenews.com - Kebijakan kerja fleksibel yang diterapkan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dengan skema tiga hari bekerja di kantor dinilai memberikan hasil positif. Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, menyebut sistem tersebut tidak hanya berdampak pada efisiensi, tetapi juga meningkatkan performa kerja pegawai secara keseluruhan.
Ia menjelaskan, penerapan work from anywhere (WFA) selama dua hari dalam sepekan memberikan sejumlah keuntungan nyata. Pegawai, kata dia, dapat mengurangi pengeluaran harian seperti bahan bakar minyak (BBM) dan biaya tol, sekaligus menghemat waktu perjalanan yang biasanya tersita untuk berangkat dan pulang kerja.
“Dengan tidak perlu keluar biaya transport, tidak harus beli bensin, tidak perlu bayar tol selama dua hari, serta tidak menghabiskan waktu di jalan, pegawai bisa lebih fokus dan produktif dalam bekerja,” ujar Zudan melalui akun Instagram resmi BKN, dikutip Rabu (25/3/2026).
Dalam praktiknya, pegawai BKN bekerja secara fleksibel pada hari Senin dan Rabu, sementara kehadiran di kantor tetap dilakukan pada Selasa, Kamis, dan Jumat. Skema ini, menurut Zudan, menarik perhatian banyak instansi lain yang ingin mengadopsi pola serupa.
“Banyak pihak yang menanyakan bagaimana BKN bisa menerapkan WFA dua hari dalam seminggu atau hanya masuk kantor tiga hari,” tuturnya.
Zudan menekankan, keberhasilan sistem ini tidak lepas dari beberapa faktor utama. Pertama, sebagian besar tugas di BKN—sekitar 95 persen—berkaitan dengan pelayanan kepada aparatur sipil negara (ASN), yang memungkinkan dikerjakan secara fleksibel.
Kedua, seluruh layanan di BKN kini telah berbasis digital. Transformasi ini memungkinkan proses administrasi dan pelayanan dilakukan tanpa kehadiran fisik di kantor.
Ketiga, penerapan sistem E-Kinerja harian membuat seluruh pegawai tetap terpantau kinerjanya. Sebanyak 3.400 pegawai BKN diwajibkan mengisi laporan kerja setiap hari melalui sistem tersebut.
“Semua perangkat sudah kami siapkan sehingga pekerjaan bisa dilakukan dari mana saja. Hasilnya, kerja menjadi lebih efisien, efektif, dan produktivitas meningkat,” ucapnya.
Di sisi lain, pemerintah saat ini juga tengah menggodok kebijakan serupa dalam skala nasional, yakni penerapan work from home (WFH) satu hari dalam seminggu untuk sektor tertentu.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan tersebut nantinya akan berlaku bagi ASN serta dianjurkan untuk sektor swasta, khususnya yang tidak berkaitan langsung dengan pelayanan publik.
“Ini akan diterapkan untuk ASN dan menjadi imbauan bagi swasta, terutama yang tidak berhubungan dengan pelayanan publik,” kata Airlangga.
Rencana tersebut akan mulai diterapkan setelah libur Lebaran 2026. Saat ini, detail pelaksanaannya masih dalam tahap pembahasan oleh Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri.
“Nanti akan dirinci lebih lanjut, tetapi pelaksanaannya direncanakan setelah Lebaran,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa tidak semua sektor akan menerapkan kebijakan ini. Bidang yang membutuhkan kehadiran langsung seperti pelayanan publik, industri, dan perdagangan kemungkinan tidak termasuk.
“Perlu dipahami bahwa sektor pelayanan, industri, dan perdagangan kemungkinan tidak akan masuk dalam kebijakan ini,” ujar Prasetyo di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu lalu.
Kebijakan WFH ini merupakan arahan Presiden yang disampaikan dalam sidang kabinet paripurna menjelang Lebaran 2026. Tujuannya adalah mendorong efisiensi kerja, termasuk menekan konsumsi BBM di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
“Presiden menyampaikan bahwa kita perlu mulai melakukan efisiensi dalam berbagai aspek kerja sebagai bagian dari kebijakan yang sedang dirumuskan,” kata Prasetyo.
Meski demikian, ia memastikan bahwa kebijakan tersebut bukan disebabkan oleh gangguan pasokan energi di dalam negeri.
“Kami pastikan bahwa ketersediaan BBM aman dan tidak mengalami kendala,” pungkasnya. (nba)