- Istimewa
Bos Warung Reman-remang di Subang Tewas Dibunuh Pegawai Usai Menolak Berhubungan Intim
Jakarta, tvOnenews.com - Seorang pemilik warung remang-remang di Subang, Jawa Barat tewas dihabisi oleh pegawainya sendiri.
Mirisnya, pelaku tega membunuh bosnya sendiri lantaran, korban menolak untuk berhubungan intim.
Korban berinisial NA (47), seorang perempuan asal Tasikmalaya merupakan seorang pemilik warung remang-remang di Patokbeusi, Subang.
Sementara pelaku pria berinisial AR (44), yang merupakan pelanggan warung remang-remang tersebut, yang kemudian ikut bekerja di tempat milik korban.
Kasus ini bermula dari laporan warga yang menemukan jasad perempuan di dalam sebuah warung kopi yang digunakan sebagai tempat karaoke.
Korban ditemukan dalam kondisi sudah mengeluarkan bau busuk, diduga telah meninggal selama tiga hari.
Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, menerangkan bahwa pelaku AR berhasil diamankan kurang dari 24 jam.
Penangkapan dilakukan pada Rabu (25/3/2025) sekitar pukul 04.30 WIB di wilayah Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor.
Insiden tragis itu terjadi pada Sabtu (21/3/2026) pagi, ketika pelaku mendatangi korban yang tengah berada di kamar mandi.
"Pelaku mendatangi korban yang berada di kamar mandi dan mengajaknya berhubungan intim. Namun ajakan tersebut ditolak," ungkap Kapolres.
Ajakan tersebut ditolak karena korban telah menganggap pelaku sebagai saudara.
Emosi yang memuncak membuat pelaku gelap mata dan menyerang korban dari arah belakang menggunakan kayu balok secara berulang hingga korban terjatuh dan tidak berdaya.
"Hasil autopsi menunjukkan korban meninggal akibat trauma tumpul di bagian kepala yang menyebabkan perdarahan fatal," ucapnya.
Setelah memastikan korban tidak berdaya, pelaku kemudian melancarkan aksinya dengan membawa kabur sejumlah barang berharga milik korban.
Barang-barang tersebut di antaranya dua unit ponsel, uang tunai, jam tangan, tas berisi identitas, hingga sepeda motor milik korban.
Bahkan, sepeda motor tersebut sempat digadaikan oleh pelaku di wilayah Cikarang Utara, Bekasi, dengan nilai Rp3,5 juta.
Polisi juga masih mendalami kasus tersebut, demi memastikan apakah ada pelaku lain atau tidak. (muu)