news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi: Kronologi Bos Warung Remang-remang Tewas di Tangan Pegawai Usai Menolak Hubungan Intim Saat Mandi.
Sumber :
  • iStockPhoto

Kronologi Bos Warung Remang-remang Tewas di Tangan Pegawai Usai Menolak Hubungan Intim Saat Mandi

Polres Subang ungkap kronologi hingga motif pembunuhan pemilik warung remang-remang di Subang, Jawa Barat oleh pegawainya sendiri. Ternyata gara-gara ditolak..
Jumat, 27 Maret 2026 - 09:30 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Polres Subang ungkap kronologi hingga motif pembunuhan pemilik warung remang-remang di Subang, Jawa Barat oleh pegawainya sendiri.

Seorang pemilik warung remang-remang di Subang, Jawa Barat berinisial NA (47) tewas dihabisi oleh pegawainya sendiri berinisial AR (44).

Mirisnya, pelaku tega membunuh bosnya sendiri lantaran, korban menolak untuk berhubungan intim.

Korban seorang perempuan asal Tasikmalaya merupakan seorang pemilik warung remang-remang di Patokbeusi, Subang.

Sementara pelaku pria berinisial AR merupakan pelanggan warung remang-remang tersebut, yang kemudian ikut bekerja di tempat milik korban.

Kasus ini bermula dari laporan warga yang menemukan jasad perempuan di dalam sebuah warung kopi yang digunakan sebagai tempat karaoke. 

Ilustrasi jenazah.
Sumber :
  • Istimewa

Korban ditemukan dalam kondisi sudah mengeluarkan bau busuk, diduga telah meninggal selama tiga hari.

Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, menerangkan bahwa pelaku AR berhasil diamankan kurang dari 24 jam. 

Penangkapan dilakukan pada Rabu (25/3/2025) sekitar pukul 04.30 WIB di wilayah Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor.

Insiden tragis itu terjadi pada Sabtu (21/3/2026) pagi, ketika pelaku mendatangi korban yang tengah berada di kamar mandi.

"Pelaku mendatangi korban yang berada di kamar mandi dan mengajaknya berhubungan intim. Namun ajakan tersebut ditolak," ungkap Kapolres.

Ajakan tersebut ditolak karena korban telah menganggap pelaku sebagai saudara.

Emosi yang memuncak membuat pelaku gelap mata dan menyerang korban dari arah belakang menggunakan kayu balok secara berulang hingga korban terjatuh dan tidak berdaya.

"Hasil autopsi menunjukkan korban meninggal akibat trauma tumpul di bagian kepala yang menyebabkan perdarahan fatal," ucapnya.

Setelah memastikan korban tidak berdaya, pelaku kemudian melancarkan aksinya dengan membawa kabur sejumlah barang berharga milik korban. 

Barang-barang tersebut di antaranya dua unit ponsel, uang tunai, jam tangan, tas berisi identitas, hingga sepeda motor milik korban.

Bahkan, sepeda motor tersebut sempat digadaikan oleh pelaku di wilayah Cikarang Utara, Bekasi, dengan nilai Rp3,5 juta.

Polisi juga masih mendalami kasus tersebut, demi memastikan apakah ada pelaku lain atau tidak. (muu)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:25
08:58
00:56
01:02
00:57
00:56

Viral