- Istimewa
Teror Air Keras Kembali Terjadi, Lansia di Bekasi Diserang Saat Berangkat Salat Subuh
“Saya sempat curiga karena mereka muter-muter di dalam kompleks,” katanya.
Dugaan ini memperkuat indikasi bahwa aksi tersebut telah direncanakan sebelumnya.
Teror Air Keras Bukan Kali Pertama
Yang lebih mengkhawatirkan, insiden ini bukan kejadian pertama di kawasan tersebut.
Warga lainnya, Jefi Samhadi, mengungkapkan bahwa sebelumnya sudah ada aksi serupa, meski targetnya bukan manusia.
“Ini sudah yang kedua bahkan ketiga kali. Sebelumnya mobil juga pernah disiram,” ujarnya.
Namun kali ini, serangan meningkat dengan menyasar langsung manusia, yang membuat warga semakin resah.
Warga Diliputi Ketakutan
Teror berulang ini menimbulkan rasa takut di kalangan warga, terutama saat beraktivitas pada malam hingga dini hari.
Warga berharap aparat kepolisian segera menangkap pelaku sebelum muncul korban berikutnya.
“Kami resah, takut ada korban lagi. Mudah-mudahan pelaku cepat tertangkap,” kata Jefi.
Sosok Korban Dikenal Baik
Korban, Tri Wibowo, dikenal sebagai sosok yang pendiam dan tidak memiliki masalah dengan lingkungan sekitar.
Menurut warga, korban telah pensiun dan memiliki riwayat stroke, sehingga aktivitasnya terbatas. Ia lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dan rutin beribadah.
“Korban orang baik, tidak banyak bicara, jarang keluar rumah selain salat,” ujar warga.
Fakta ini membuat warga semakin heran mengapa korban bisa menjadi target serangan brutal tersebut.
Kasus ini kembali memunculkan kekhawatiran soal maraknya aksi penyiraman air keras yang kini tidak hanya menyasar individu tertentu, tetapi juga warga sipil tanpa latar belakang konflik yang jelas. Polisi kini berpacu dengan waktu untuk mengungkap pelaku dan menghentikan teror yang meresahkan masyarakat Bekasi. (nsp)