news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Teror Air Keras Kembali Terjadi, Lansia di Bekasi Diserang Saat Berangkat Salat Subuh.
Sumber :
  • Istimewa

Teror Air Keras Kembali Terjadi, Lansia di Bekasi Diserang Saat Berangkat Salat Subuh

Teror air keras kembali terjadi. Lansia di Bekasi disiram saat ke musala, alami luka bakar hingga 70 persen, pelaku masih diburu.
Selasa, 31 Maret 2026 - 13:15 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Aksi teror penyiraman air keras kembali terjadi dan kini menyasar warga sipil. Seorang pria lanjut usia bernama Tri Wibowo menjadi korban dalam insiden brutal di kawasan Bekasi.

Peristiwa tersebut terjadi di Perumahan Bumisani Permai, Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Senin (30/3/2026) dini hari, saat korban hendak berangkat ke musala untuk menunaikan salat Subuh.

Diserang Saat Menuju Musala

Berdasarkan keterangan warga dan rekaman CCTV, korban diduga sudah dibuntuti oleh pelaku sebelum serangan terjadi.

Dua orang pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor terlihat mengenakan helm tertutup. Mereka mengikuti korban dari belakang sebelum akhirnya menyiramkan cairan yang diduga air keras ke tubuh korban.

Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.

Dalam rekaman CCTV, korban tampak berjalan terhuyung-huyung, berusaha menahan rasa panas dan kesakitan sambil mengusap tubuhnya.

Luka Bakar Capai 70 Persen

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka bakar serius di hampir seluruh tubuhnya.

Seorang warga setempat, Rahmat, menyebut kondisi korban sangat memprihatinkan.

“Dari foto yang beredar, luka bakarnya hampir seluruh tubuh, sekitar 70 persen,” ujarnya.

Selain itu, warga juga mengaku masih merasakan bau menyengat dari cairan yang digunakan pelaku di lokasi kejadian.

Saat ini, korban tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka bakar yang cukup parah.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Kapolsek Tambun Selatan, Wuriyanti, membenarkan kejadian tersebut.

Ia menyatakan bahwa pihak kepolisian telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan bukti.

“Sudah kami monitor dan lakukan olah TKP bersama Satreskrim Polres Metro Bekasi,” ujarnya.

Penyelidikan saat ini masih terus dilakukan untuk mengungkap identitas pelaku dan motif di balik serangan tersebut.

Pelaku Diduga Sempat Berkeliling Kompleks

Salah satu warga, Rahmat, mengaku sempat melihat gerak-gerik mencurigakan sebelum kejadian.

Ia melihat dua orang berboncengan dengan sepeda motor matic berwarna putih gading dan mengenakan helm full face hitam berkeliling di dalam kompleks perumahan.

“Saya sempat curiga karena mereka muter-muter di dalam kompleks,” katanya.

Dugaan ini memperkuat indikasi bahwa aksi tersebut telah direncanakan sebelumnya.

Teror Air Keras Bukan Kali Pertama

Yang lebih mengkhawatirkan, insiden ini bukan kejadian pertama di kawasan tersebut.

Warga lainnya, Jefi Samhadi, mengungkapkan bahwa sebelumnya sudah ada aksi serupa, meski targetnya bukan manusia.

“Ini sudah yang kedua bahkan ketiga kali. Sebelumnya mobil juga pernah disiram,” ujarnya.

Namun kali ini, serangan meningkat dengan menyasar langsung manusia, yang membuat warga semakin resah.

Warga Diliputi Ketakutan

Teror berulang ini menimbulkan rasa takut di kalangan warga, terutama saat beraktivitas pada malam hingga dini hari.

Warga berharap aparat kepolisian segera menangkap pelaku sebelum muncul korban berikutnya.

“Kami resah, takut ada korban lagi. Mudah-mudahan pelaku cepat tertangkap,” kata Jefi.

Sosok Korban Dikenal Baik

Korban, Tri Wibowo, dikenal sebagai sosok yang pendiam dan tidak memiliki masalah dengan lingkungan sekitar.

Menurut warga, korban telah pensiun dan memiliki riwayat stroke, sehingga aktivitasnya terbatas. Ia lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dan rutin beribadah.

“Korban orang baik, tidak banyak bicara, jarang keluar rumah selain salat,” ujar warga.

Fakta ini membuat warga semakin heran mengapa korban bisa menjadi target serangan brutal tersebut.

Kasus ini kembali memunculkan kekhawatiran soal maraknya aksi penyiraman air keras yang kini tidak hanya menyasar individu tertentu, tetapi juga warga sipil tanpa latar belakang konflik yang jelas. Polisi kini berpacu dengan waktu untuk mengungkap pelaku dan menghentikan teror yang meresahkan masyarakat Bekasi. (nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:02
01:53
02:45
01:32
09:34
01:46

Viral