news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tampang terduga pelaku penyiraman air keras aktivis KontraS Andrie Yunus.
Sumber :
  • Adinda Ratna Safira/tvOnenews

Fakta Baru Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS, Polda Metro Jaya: Kami Limpahkan ke Puspom TNI

Kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinatoe KontraS, Andrie Yunus terus menghadirkan fakta baru dalam pengungkapannya.
Selasa, 31 Maret 2026 - 19:28 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinatoe KontraS, Andrie Yunus terus menghadirkan fakta baru dalam pengungkapannya.

Pasalnya, dalam Rapat Dengar Pendapat (rdp ji) di Komisi III DPR RI berkas perkara itu telah diserahkan kepada Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin mengatakan setelah mendapat laporan soal peristiwa itu pihaknya langsung melakukan penyelidikan. 

Dari fakta penyelidikan, polisi kemudian menyerahkan penanganan kasus ke Puspom TNI.

"Dari hasil penyelidikan tersebut, setelah kami menemukan fakta-fakta dari hasil penyelidikan tersebut, kemudian saat ini dapat kami laporkan kepada Pimpinan bahwa permasalahan tersebut sudah kami limpahkan ke Puspom TNI," kata Iman dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI, Selasa (31/3/2026).

Sebelumnya Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (12/3/2026) malam.

Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyebut insiden itu terjadi usai Andrie Yunus menghadiri acara podcast berjudul "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), sekitar pukul 23.00 WIB.

"Telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) yang mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3).

Belakangan, TNI menyatakan telah mengamankan 4 orang anggotanya yang diduga jadi pelaku penyiraman air keras ke Andrie Yunus, yakni NDP, SL, BHW, dan ES.

NDP berpangkat kapten. Sementara SL dan BHW berpangkat letnan satu (lettu) dan ES berpangkat sersan dua (serda).

Keempatnya bertugas di satuan Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS) TNI yang berasal dari Angkatan Laut dan Angkatan Udara.(raa)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:02
01:53
02:45
01:32
09:34
01:46

Viral