- Instagram/dedimulyadi71
Dedi Mulyadi Sebut Masalah Sampah Puluhan Tahun di Jawa Barat Terpecahkan, Siap Disulap Jadi Pembangkit Listrik
tvOnenews.com - Upaya penanganan persoalan sampah di Jawa Barat memasuki babak baru.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa salah satu masalah lingkungan yang selama puluhan tahun belum terselesaikan kini mulai menemukan titik terang.
Hal itu disampaikannya langsung melalui media sosial resminya.
Dalam pertemuan bersama Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisal Nurofiq serta sejumlah kepala daerah di Jawa Barat, Dedi menegaskan bahwa kesepakatan besar telah dicapai untuk mengatasi persoalan sampah secara menyeluruh.
“Terima kasih Pak Menteri, Pak Bupati Sumedang, Purwakarta, Bandung Barat, Cianjur, Kabupaten Bandung, hari ini kita sudah menyelesaikan problem yang puluhan tahun nggak selesai-selesai,” ujar Dedi.
- Instagram/dedimulyadi71
Sampah Diubah Jadi Energi Listrik
Solusi yang disepakati bukan sekadar pengelolaan sampah biasa, melainkan mengubahnya menjadi sumber energi listrik.
Program ini akan diwujudkan melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah.
Lokasi proyek pun telah ditentukan, yakni di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik krusial penanganan sampah di wilayah Bandung Raya.
“Yaitu membuat sampah diubah menjadi energi listrik,” kata Dedi menegaskan.
Kapasitas Ribuan Kubik per Hari
Dalam kesempatan yang sama, Dedi juga menanyakan kapasitas pengolahan sampah kepada wakil menteri yang hadir. Jawaban yang didapat menunjukkan skala proyek yang cukup besar.
“Pak Wamen berapa per hari?” tanya Dedi.
“3700 kubik perhari,” jawab Wamen.
Angka tersebut menggambarkan potensi besar dalam mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan energi alternatif yang bermanfaat bagi masyarakat.
- YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL
Target Tiga Tahun, Sampah Tuntas
Dedi optimistis proyek ini akan membawa perubahan signifikan dalam waktu relatif singkat.
Ia bahkan menargetkan persoalan sampah di wilayah tersebut bisa teratasi dalam tiga tahun ke depan.
“Pokoknya tugas kita sebagai penyelenggara negara, karena ini keinginan kuat dari Pak Presiden, kita sudah selesai, insyaAllah tiga tahun ke depan, sampah hilang, rakyatnya pun senang,” ujarnya.