- jakartamangrove.id
Gebrakan Agung Sedayu Group: Garap 900 Hektare Mangrove Banten, Proyek Raksasa Rp7 Triliun Jadi Sorotan
Pemerintah daerah menyebut Agung Sedayu Group akan mengembangkan kawasan sebagai fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos).
Artinya, Agung Sedayu Group tidak hanya membangun bisnis, tetapi juga menghadirkan ruang publik bagi masyarakat.
Namun demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan.
Detail Proyek Agung Sedayu Group: 3 Kecamatan, 4 Kawasan
Menurut Dinas Lingkungan Hidup Banten, proyek Agung Sedayu Group akan mencakup tiga wilayah:
-
Teluknaga
-
Kosambi
-
Pakuhaji
Agung Sedayu Group akan membagi kawasan menjadi empat zona pengembangan dengan total investasi mencapai Rp7 triliun.
Dalam skema PBPH, Agung Sedayu Group hanya diperbolehkan membangun maksimal 10% dari total area. Sisanya wajib difokuskan pada pelestarian lingkungan.
Ini berarti proyek Agung Sedayu Group tetap mempertahankan fungsi utama hutan lindung.
Fasilitas Lengkap dari Proyek Agung Sedayu Group
Agung Sedayu Group juga menyiapkan berbagai fasilitas dalam kawasan tersebut, antara lain:
-
Wisata mangrove dan ekowisata
-
Area flora dan fauna
-
Lapangan golf, voli, dan berkuda
-
Lima rumah ibadah lintas agama
-
Infrastruktur jalan dan akses publik
Langkah ini memperkuat positioning Agung Sedayu Group sebagai pengembang yang menggabungkan properti, wisata, dan lingkungan.
Dampak ke Saham dan Bisnis Agung Sedayu Group
Di sisi pasar modal, proyek Agung Sedayu Group turut berdampak pada pergerakan saham PANI.
Saham PIK 2 sempat menguat hingga 7,64% ke level Rp8.100. Meski begitu, dalam tiga bulan terakhir saham Agung Sedayu Group masih mengalami tekanan.
Analis merekomendasikan strategi buy on weakness untuk saham Agung Sedayu Group, seiring prospek jangka panjang proyek PIK 2.
Target marketing sales Agung Sedayu Group tahun ini juga cukup ambisius, yakni Rp4,3 triliun.
Proyek Agung Sedayu Group: Peluang atau Kontroversi?
Ekspansi besar Agung Sedayu Group ke kawasan mangrove Banten membuka dua sisi sekaligus.
Di satu sisi, Agung Sedayu Group menghadirkan investasi besar, infrastruktur, dan potensi wisata baru.
Namun di sisi lain, keterlibatan Agung Sedayu Group di kawasan hutan lindung tetap memicu perhatian terkait aspek lingkungan dan keberlanjutan.