- jakartamangrove.id
Gebrakan Agung Sedayu Group: Garap 900 Hektare Mangrove Banten, Proyek Raksasa Rp7 Triliun Jadi Sorotan
Jakarta, tvOnenews.com - Langkah besar kembali dilakukan Agung Sedayu Group melalui proyek PIK 2. Kali ini, Agung Sedayu Group mengajukan pengembangan kawasan mangrove seluas 900 hektare di Kabupaten Tangerang, Banten, yang langsung memicu perhatian publik dan pemerintah daerah.
Proyek Agung Sedayu Group ini menjadi sorotan karena menyasar kawasan hutan lindung, sekaligus membawa nilai investasi jumbo hingga Rp7 triliun.
Agung Sedayu Group Ekspansi ke Banten Lewat PIK 2
Melalui entitas PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), Agung Sedayu Group berencana memperluas kawasan komersial PIK 2 ke wilayah Banten.
Agung Sedayu Group mengincar kawasan hutan mangrove seluas 900 hektare dari total 1.601 hektare hutan lindung di Kabupaten Tangerang.
Rencana Agung Sedayu Group ini terungkap setelah pertemuan dengan Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah, di Serang.
Dalam pertemuan tersebut, Agung Sedayu Group memaparkan konsep pengembangan kawasan yang diklaim tetap berbasis lingkungan.
Strategi Baru Agung Sedayu Group: Dari Penolakan ke Skema PBPH
Sebelumnya, rencana Agung Sedayu Group sempat ditolak karena mengusulkan perubahan status hutan lindung menjadi hutan produksi.
Kini, Agung Sedayu Group mengubah pendekatan dengan mengajukan skema Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH).
Skema ini memungkinkan Agung Sedayu Group tetap mengelola kawasan tanpa mengubah fungsi utama hutan lindung, dengan fokus pada restorasi dan pemanfaatan terbatas.
Konsep Proyek Agung Sedayu Group: Wisata Hijau hingga Infrastruktur
Direktur utama Agung Sedayu Group, Nono Sampono, menegaskan bahwa proyek ini mengusung konsep ramah lingkungan.
Agung Sedayu Group berencana melakukan rehabilitasi mangrove sekaligus membangun kawasan wisata berbasis alam.
Beberapa rencana pengembangan Agung Sedayu Group meliputi:
-
Rehabilitasi hutan bakau (mangrove)
-
Kawasan wisata alam dan edukasi
-
Infrastruktur jalan tol sepanjang 38,6 km
-
Fasilitas olahraga dan hiburan
-
Pusat peribadatan skala besar
Menariknya, Agung Sedayu Group juga merancang pembangunan masjid besar yang disebut-sebut akan melampaui luas Masjid Istiqlal.
Agung Sedayu Group Klaim Fokus pada Public Utility
Meski digarap oleh pengembang besar, proyek Agung Sedayu Group ini diklaim tidak sepenuhnya bersifat komersial.
Pemerintah daerah menyebut Agung Sedayu Group akan mengembangkan kawasan sebagai fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos).
Artinya, Agung Sedayu Group tidak hanya membangun bisnis, tetapi juga menghadirkan ruang publik bagi masyarakat.
Namun demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan.
Detail Proyek Agung Sedayu Group: 3 Kecamatan, 4 Kawasan
Menurut Dinas Lingkungan Hidup Banten, proyek Agung Sedayu Group akan mencakup tiga wilayah:
-
Teluknaga
-
Kosambi
-
Pakuhaji
Agung Sedayu Group akan membagi kawasan menjadi empat zona pengembangan dengan total investasi mencapai Rp7 triliun.
Dalam skema PBPH, Agung Sedayu Group hanya diperbolehkan membangun maksimal 10% dari total area. Sisanya wajib difokuskan pada pelestarian lingkungan.
Ini berarti proyek Agung Sedayu Group tetap mempertahankan fungsi utama hutan lindung.
Fasilitas Lengkap dari Proyek Agung Sedayu Group
Agung Sedayu Group juga menyiapkan berbagai fasilitas dalam kawasan tersebut, antara lain:
-
Wisata mangrove dan ekowisata
-
Area flora dan fauna
-
Lapangan golf, voli, dan berkuda
-
Lima rumah ibadah lintas agama
-
Infrastruktur jalan dan akses publik
Langkah ini memperkuat positioning Agung Sedayu Group sebagai pengembang yang menggabungkan properti, wisata, dan lingkungan.
Dampak ke Saham dan Bisnis Agung Sedayu Group
Di sisi pasar modal, proyek Agung Sedayu Group turut berdampak pada pergerakan saham PANI.
Saham PIK 2 sempat menguat hingga 7,64% ke level Rp8.100. Meski begitu, dalam tiga bulan terakhir saham Agung Sedayu Group masih mengalami tekanan.
Analis merekomendasikan strategi buy on weakness untuk saham Agung Sedayu Group, seiring prospek jangka panjang proyek PIK 2.
Target marketing sales Agung Sedayu Group tahun ini juga cukup ambisius, yakni Rp4,3 triliun.
Proyek Agung Sedayu Group: Peluang atau Kontroversi?
Ekspansi besar Agung Sedayu Group ke kawasan mangrove Banten membuka dua sisi sekaligus.
Di satu sisi, Agung Sedayu Group menghadirkan investasi besar, infrastruktur, dan potensi wisata baru.
Namun di sisi lain, keterlibatan Agung Sedayu Group di kawasan hutan lindung tetap memicu perhatian terkait aspek lingkungan dan keberlanjutan.
Ke depan, proyek Agung Sedayu Group ini akan sangat bergantung pada keputusan pemerintah pusat—apakah akan menjadi model pengembangan hijau, atau justru memicu polemik baru. (nsp)