- DPR RI
Singgung Imbauan Matikan Kompor Saat Masakan Matang, Anggota DPR RI Kena Semprot Misbakhun: Saya Ingatkan!
tvOnenews.com - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Anis Byarwati mendapat kritik keras dari Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun lantaran mengutip imbauan matikan kompor saat masakan matang.
Peristiwa ini terjadi pada saat Rapat Kerja Komisi XI DPR RI dengan Kementerian Keuangan pada Senin, (6/4/2026).
Dalam rapat kerja bersama Kementerian Keuangan, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjamin sampai akhir tahun tidak ada kenaikan BBM.
Mendengar kabar baik tersebut, Anis Byarwati mengatakan tentu harus diapresiasi. Lantas, dirinya menanyakan kepastian sampai kapan krisis ini akan terjadi.
Pasalnya, ia mendengar dalam pemberitaan bahwa stok BBM Indonesia mulai menipis.
“Ini sampai berapa lama pak Menteri? Karena kita juga mendengar dan sempat disampaikan juga di depan rakyat Indonesia di televisi, stok BBM kita itu berapa lama. Ada yang 21 hari, ada yang 27 hari,” ungkap Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Anis Byarwati.
- Dok. PKS
Kemudian, suasana berubah saat Anis mengutip sebuah imbauan agar masyarakat dapat mematikan kompor saat masakan sudah matang sebagai langkah penghematan energi.
“Dan kita juga sempat diminta untuk mematikan kompor kalau masakan sudah matang sebagai langkah penghematan,” ujarnya.
Mendengar pernyataan tersebut, tak sedikit peserta rapat yang ikut tertawa.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun secara tiba-tiba melakukan interupsi pada pembicaraan tersebut.
Ia ingin melakukan klarifikasi keras terkait imbauan tersebut yang terus disalah artikan dari konteks yang disampaikan oleh Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia.
“Bu Anis, saya stop dulu. Saya harus mengklarifikasi ini. Ini agak sensitif bagi saya. Ini saya sensitif. Soal statement Ketua Umum saya ini (Partai Golkar) tidak seperti yang ibu sebutkan. Ini di forum terbuka. Saya ingatkan ibu,” tegas Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun.
Secara tegas, Misbakhun mengkritik Anis Byarwati agar tidak menyalah artikan pernyataan tersebut.
Selain itu ia juga menegaskan seorang anggota dewan tidak sembarangan mengutip pernyataan agar tidak menimbulkan kesalahan persepsi di masyarakat.
“Statement Ketua Umum saya tidak seperti itu. Statement ketua umum saya tidak menyatakan seperti itu bahwa kalau sudah matang di matiin kompornya. Tidak seperti itu,” kata Misbakhun.
“Jadi kalau ibu mengutip pernyataannya seperti itu, saya ingatkan bahwa pernyataannya tidak seperti itu,” pungkasnya.
(kmr)