- Istimewa
Reaksi Keras Dunia atas Serangan ke UNIFIL, Gugurnya Tiga Prajurit Indonesia Disorot
Tak hanya itu, pernyataan tersebut menegaskan bahwa setiap pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian harus dimintai pertanggungjawaban.
Di sisi lain, negara-negara penandatangan juga menyoroti memburuknya kondisi kemanusiaan di Lebanon.
Mereka menyampaikan keprihatinan mendalam atas tingginya korban sipil, luasnya kerusakan infrastruktur sipil, dan gelombang pengungsian besar-besaran yang telah memaksa lebih dari satu juta orang meninggalkan tempat tinggal mereka.
Dalam seruan bersama itu, seluruh pihak didesak untuk segera kembali pada pengaturan penghentian permusuhan tahun 2024 serta menghormati Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 Tahun 2006.
Mereka juga menyerukan penghentian permusuhan di Lebanon, deeskalasi ketegangan, dan kembalinya semua pihak ke meja perundingan.
Pada saat yang sama, negara-negara tersebut menegaskan kembali komitmen kuat mereka terhadap kedaulatan, kemerdekaan, integritas teritorial, dan persatuan Lebanon.
Di bagian akhir pernyataan, negara-negara penandatangan memberikan penghormatan kepada seluruh pasukan penjaga perdamaian PBB yang mempertaruhkan nyawa demi menjaga perdamaian dan keamanan internasional, serta menyampaikan apresiasi kepada seluruh negara penyumbang pasukan, termasuk Indonesia.
Gugurnya tiga peacekeeper Indonesia dalam serangan terbaru di Lebanon kini menjadi sorotan dunia internasional, sekaligus memperkuat desakan agar perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB tidak lagi diabaikan. (*)