news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Puluhan negara penyumbang pasukan untuk UNIFIL bersama sejumlah negara Uni Eropa menyatakan keprihatinan atas memburuknya situasi keamanan di Lebanon..
Sumber :
  • Istimewa

73 Negara Bersatu Desak Keselamatan dan Keamanan Pasukan Perdamaian di Lebanon

Indonesia mengambil peran sentral dalam merespons eskalasi konflik di Lebanon yang mengancam keselamatan pasukan penjaga perdamaian dunia.
Jumat, 10 April 2026 - 09:28 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Indonesia mengambil peran sentral dalam merespons eskalasi konflik di Lebanon yang mengancam keselamatan pasukan penjaga perdamaian dunia.

Melalui inisiatif diplomatik, Indonesia menggagas Joint Statement on the Safety and Security of Peacekeepers yang hingga kini telah didukung oleh 73 negara dan observer Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pernyataan bersama tersebut dibacakan oleh Wakil Tetap RI untuk PBB Umar Hadi dalam media stakeout di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, pada Kamis (9/4/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah negara besar seperti Inggris, Rusia, RRT, hingga Prancis yang menjadi co-host bersama Indonesia.

Puluhan negara penyumbang pasukan untuk UNIFIL bersama sejumlah negara Uni Eropa menyatakan keprihatinan atas memburuknya situasi keamanan di Lebanon.
Sumber :
  • Istimewa

Langkah ini menjadi respons tegas atas meningkatnya serangan terhadap pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) sejak akhir Maret 2026.

Serangkaian insiden tersebut telah menyebabkan gugurnya tiga personel Indonesia serta melukai sejumlah pasukan dari berbagai negara, termasuk Prancis, Ghana, Nepal, dan Polandia.

Inisiatif ini juga merupakan tindak lanjut dari komitmen Menteri Luar Negeri RI Sugiono yang sebelumnya menegaskan perlunya langkah konkret dalam menghadapi ancaman terhadap pasukan penjaga perdamaian.

Dalam pernyataan bersama tersebut, negara-negara kontributor UNIFIL menyampaikan keprihatinan mendalam atas memburuknya situasi keamanan di Lebanon sejak awal Maret 2026.

Mereka juga mengecam keras serangan yang terus terjadi terhadap personel dan pimpinan misi perdamaian.

“Keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB tidak dapat ditawar. Kami mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menggunakan seluruh instrumen yang tersedia guna memperkuat perlindungan bagi pasukan penjaga perdamaian di tengah situasi yang semakin berbahaya,” tegas Duta Besar Umar Hadi, melansir keterangan tertulis, Jumat (10/4/2026).

Selain itu, Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri terus mendorong Dewan Keamanan PBB untuk melakukan investigasi menyeluruh atas seluruh insiden yang terjadi.

Negara-negara yang tergabung juga menyerukan penghentian kekerasan, deeskalasi konflik, serta kembalinya seluruh pihak ke meja perundingan.

Langkah diplomasi ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu aktor kunci dalam mendorong stabilitas global, sekaligus menunjukkan komitmen kuat dalam melindungi pasukan perdamaian yang berada di garis depan konflik internasional. (agr/muu)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:44
02:34
01:28
01:14
01:19
01:41

Viral