- Istimewa
Jakarta Kembali Marak Aksi Premanisme, Begini Respon Polda Metro Jaya
Jakarta, tvOnenews.com - Polda Metro Jaya buka suara usai kembali maraknya aksi premanisme yang terjadi di wilayah hukumnya, terutama di Jakarta.
Terbaru, korbannya merupakan pedagang bubur di wilayah Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto menegaskan tidak akan memberi ruang terhadap para pelaku premanisme, termasuk pemalakan terhadap pedagang.
“Artinya Polda Metro Jaya tidak akan memberi ruang ya dalam aksi-aksi premanisme terkait tentang matel (mata elang/debt collector), terkait tentang pemalakan terhadap para pedagang UMKM,” kata Budi, di Polda Metro Jaya, Jumat (10/4/2026).
“Kami yakini Polda Metro Jaya tidak akan memberi ruang kepada para pelaku tersebut,” lanjutnya.
Sementara itu, Budi menegaskan, dalam pemberantasan terhadap para pelaku premanisme, tim kepolisian akan melakukan penindakan.
“Kami akan meminta jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Reskrim jajaran untuk melakukan penindakan terhadap orang-orang yang melakukan upaya-upaya baik pelanggaran pidana terhadap para pedagang-pedagang kecil gitu,” tegas Budi.
Untuk diketahui, sebuah video viral di media sosial memperlihatkan aksi seorang pria diduga preman tengah menghancurkan mangkuk milik pedagang bubur diduga akibat tak diberikan uang jatah. Peristiwa ini terjadi di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026).
Insiden ini diunggah dalam akun Instagram @jakpus24jam.id, dengan keterangan “Tega bener! Maksa minta jatah Preman Rp. 100 Ribu perbulan, Pria di Tanah Abang ngancurin Mangkok Pedagang Bakso”.
Terlihat pria diduga preman itu awalnya mengambil beberapa mangkuk dari gerobak dan dibawa ke atas trotoar. Kemudian pria itu memecahkan satu per satu tumpukan mangkuk yang dipegang.
“Pecahin gapapa. Pokoknya saya bayar tapi tanggal satu. Pecahin gapapa, gak masalah tanggal 1 tapi, gua bayar tanggal 1. Pecahin gapapa, terserah lu,” ucap pedagang bakso.
Terkait hal ini, Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo mengatakan, pihaknya telah mengamankan tiga orang terduga pelaku dalam peristiwa ini.
“Piket reskrim telah mengambil keterangan korban dan melakukan koordinasi dengan pak RW, kemudian berhasil membawa pelaku berjumlah 3 orang bernama TDT (26), DA (36), dan OP (36) warga Kampung Bali,” ucap Dhimas, kepada wartawan, Jumat (10/4/2026).(ars/raa)