- istimewa
Jokowi Lontarkan Respons Menohok ke Jusuf Kalla soal Tunjukkan Ijazah Asli: Kebalik-balik Itu
Kemudian, JK pun meyakini bahwa ijazah milik Jokowi asli.
Untuk itu, ia menyarankan agar Jokowi segera memperlihatkan ijazahnya agar kasus ini tidak berlarut-larut
"Sebenarnya sederhana persoalannya, karena saya yakin Pak Jokowi bahwa punya ijazah asli," kata JK.
"Ya sebenarnya kita stop lah ini perkara dengan cara tinggal Pak Jokowi memperlihatkan ijazahnya kan yang asli. Saya yakin itu, itu saja. Supaya ini, habis waktu kita."
Di samping itu, JK menilai, persoalan kasus ijazah ini menimbulkan perpecahan di masyarakat, baik pihak yang pro maupun kontra.
"Saya yakin Pak Jokowi mengerti bagaimana kerugian sosial kita, masalah dua-tiga tahun ini. Tinggal dikasih lihat, selesai. Tinggal dikasih lihat masyarakat saja, selesai," ungkapnya.
"Saya yakin dan pasti Pak Jokowi tidak menginginkan sebagaimana Presiden tidak menginginkan masyarakatnya pecah belah karena soal kecil ini," pungkasnya.
Selain itu, ia juga juga mengungkap alasan dirinya melaporkan Rismon Sianipar beserta dua pihak lainnya, yakni karena tudingan mendanai kasus ijazah Jokowi adalah penghinaan bagi dirinya.
"Bagi saya, ini suatu penghinaan karena sangat tidak etis bagi saya," bebernya.
Tudingan mendanai polemik kasus ijazah Jokowi, kata Jusuf Kalla, adalah hal yang tidak etis dan tidak pantas untuk dia lakukan.
Apalagi, Jusuf Kalla sudah mendampingi Jokowi sebagai wakil presiden pada periode 2014-2019.
"Pak Jokowi itu bekas presidennya, saya wakilnya ya, kita sama-sama di pemerintahan selama lima tahun. Masak saya bayar orang Rp5 miliar untuk menyelidiki beliau? Itu tidak pantas dan tidak mungkin saya lakukan," ujar Jusuf Kalla.
Jusuf Kalla menegaskan, tudingan dirinya mendanai kasus ijazah Jokowi sama sekali tidak benar.
"Yang itu penghinaan dan merugikan martabat saya bahwa saya [dituding] membiayai orang untuk memeriksa atau mengkhianati Pak Jokowi dan saya sekali lagi tidak melakukan itu," kata JK.
Jusuf Kalla pun menyebut, dirinya memutuskan melapor ke polisi karena tudingan itu sudah menyebar dan mencoreng nama baiknya.
"Karena itu sudah menyebar atau apa pun, ya saya laporkan ke polisi karena nama baik saya," pungkasnya. (aag)