- Instagram @kaltimtoday.co
Kronologi Ribuan Warga Ngamuk Rusak Rumah Bandar Narkoba Lantaran Lemahnya Aparat Hukum Rokan Hilir
Jakarta, tvOnenews.com - Kronologi ribuan warga marah hingga geruduk rumah terduga bandar narkoba di Panipahan, Rokan Hilir.
Viral di media sosial, ribuan warga menggeruduk rumah diduga milik bandar narkoba jenis sabu di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir pada Jumat (10/4/2026).
Seperti dalam video yang diunggah oleh akun Instgaram @kaltimtoday.co pada Sabtu (11/4/2026).
Dalam video tersebut ribuan warga yang marah akibat maraknya peredaran sabu, dan lemahnya penegakan hukum oleh pihak kepolisian setempat membuat warga menggeruduk salah satu rumah diduga milik bandar narkoba.
"Ini di Rokan Hilir, Panipahan. Ini rumah dari seorang bandar sabu. Rumah bandar sabu," kata perekam video dikutip Minggu (12/4/2026).
"Inilah kalau masyarakat yang sudah bertindak, akibat lemahnya penegak hukum," tambahnya.
Kronologi
Awalnya, ratusan warga menggelar aksi protes di depan Mapolsek Panipahan akibat kecewa terhadap aparat hukum terkait maraknya peredaran sabu di wilayah tersebut.
Ratusan massa yang kecewa kemudian bergerak ke rumah terduga bandar narkoba dengan jumlah yang lebih banyak lagi.
Warga awalnya melempari gerbang rumah dengan batu sambil berusaha memaksa masuk ke dalam rumah tingkat dua tersebut.
Sempat terjadi cekcok antara ribuan warga dengan sejumlah penghuni rumah. Namun kalah jumlah akhirnya penghuni rumah berusaha menutup rapat pintu gerbang.
Warga berusaha terus merangsek masuk hingga merusak pintu gerbang.
Tak berhenti sampai di situ, warga yang kadung marah langsung merusak dan membakar perabotan rumah.
Situasi semakin memanas, sejumlah motor yang terparkir di garasi dikeluarkan warga, dirusak, dibakar, bahkan dimasukan ke dalam selokan.
Sejumlah anggota polisi yang berada di lokasi pun tampak kewalahan menghentikan aksi brutal ribuan warga tersebut.
Tidak hanya tokoh pemuda, ibu-ibu bahkan anak-anak terlibat dalam penggerudukan rumah bandar narkoba tersebut.
Aksi ini dipicu oleh kekecewaan warga terhadap aparat penegak hukum, khususnya Polsek Panipahan yang dinilai belum mengambil langkah tegas terhadap aktivitas peredaran narkoba yang sudah meresahkan.
Ketegangan meningkat saat terjadi insiden antara warga dan aparat kepolisian yang berjaga.