news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dedi Mulyadi Ulang Tahun ke-55, Akui Tidak Mau Tiup Lilin.
Sumber :
  • Tangkapan layar

Di Ultah ke-55 Tahun, Dedi Mulyadi Janji Tak Akan Menikah Lagi, Sosok Ini Jadi Alasannya

Dalam suasana yang syahdu, Dedi Mulyadi memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan rencana masa depannya.
Minggu, 12 April 2026 - 12:47 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Momen ulang tahun ke-55 Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, pada Sabtu, 11 April 2026, berlangsung berbeda dari perayaan biasanya.

Di Lembur Pakuan, ia memilih menandai pertambahan usia bukan dengan lilin dan pesta, melainkan menyalakan 55 obor yang dimaknai sebagai simbol cahaya kehidupan dan pengabdian.

Dalam suasana yang syahdu, pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan rencana masa depannya. Ia menilai perjalanan usianya dengan filosofi seorang ibu yang menurutnya menjadi teladan bagi seorang pemimpin.

Menurut Dedi Mulyadi, pemimpin ideal harus memiliki jiwa “Sunan Ambu”, sosok ibu yang selalu mendahulukan anak-anaknya dan rela menempatkan dirinya terakhir demi kesejahteraan keluarga.

“Saya belajar makna dari laparnya seorang ibu. Ketika anak-anaknya makan, ia melahirkan generasi yang kokoh raga dan jiwanya,” ujar Dedi Mulyadi.

Ia menilai filosofi itu sangat relevan dengan tugasnya saat memimpin Jawa Barat. Baginya, kepala daerah yang lebih mementingkan kepentingan pribadi akan melahirkan masyarakat yang hidup dalam kesulitan.

Di tengah rintik hujan yang turun malam itu, Dedi menyebut suasana tersebut sebagai pertanda keberkahan. Ia kemudian berbicara tentang keseimbangan sisi maskulin dan feminin dalam diri manusia, yang menurutnya penting dalam membangun empati dan kasih sayang.

Pandangan itu kemudian ia kaitkan dengan pengalaman pribadinya sebagai single parent yang membesarkan anak-anaknya. Dedi mengenang bagaimana putra sulungnya, Maula Akbar, harus tumbuh setelah kehilangan ibu karena meninggal dunia.

Sementara itu, putri semata wayangnya, Ni Hyang Sukma Ayu, juga ia besarkan dalam keluarga yang tidak lagi utuh.

Di hadapan sang putri, Dedi Mulyadi menyampaikan janji yang menyentuh. Ia memilih untuk tidak menikah lagi demi memastikan Ni Hyang tumbuh dengan perhatian penuh dari ayahnya.

“Ada juga anak perempuan saya yang harus saya besarkan. Karena keegoan orang tuanya, saya memutuskan untuk menemaninya tanpa harus punya istri lagi sampai dia tumbuh dewasa,” ungkapnya.

Ia mengaku keputusan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab dan sikap ksatria atas kegagalan rumah tangga yang pernah dialaminya.

Dedi Mulyadi menyebut perjalanan hidup selama 55 tahun tak lepas dari jejak karma yang terus membentuk dirinya, termasuk dua kali pengalaman kehilangan pasangan—sekali karena kematian dan sekali lagi akibat perceraian.

“Saya dua kali ditinggalkan: satu karena kematian dan satu karena perceraian. Karma ini membuat hidup saya terus tegak untuk membesarkan anak saya dengan cinta tanpa mengulangi kesalahan serupa,” ujarnya.

Di akhir refleksinya, Dedi menyampaikan rasa terima kasih kepada para sahabat yang pernah menemaninya di masa sulit, saat dirinya belum berada di posisi sekarang.

Ia juga memberikan pesan penuh cinta kepada Ni Hyang Sukma Ayu, yang disebutnya sebagai cahaya dan permata dalam hidupnya.

"Terima kasih untuk Sukma Ayu, anakku sayang. Engkau telah menjadi permata yang mewujudkan pikiran ayah dalam gerak dan sikapmu. Semoga di saat banyak orang meninggalkan Sunda, engkau tumbuh menjadi putri Sunda yang membawa cahaya."

Sebagai penutup, Dedi menyampaikan bait reflektif tentang jejak hidup dan karma manusia yang menurutnya akan selalu tertinggal dalam setiap langkah.

“Karma manusia takkan hilang jiwa meninggalkan raga, Walau bayang terhapus musnah dikikis masa, Karma manusia tetap tersirat jejak dan langkahnya, Walau sampai di akhir hayat, pahala selalu kan terbawa,” tutupnya.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:13
02:10
01:39
06:50
01:36
07:02

Viral