- Istimewa
Detik-Detik Dua Mahasiswa Pelaku Pelecehan Seksual Grup Chat FH UI Ditampilkan ke Publik, Disertai Teriakan dan Kecaman Massa
Jakarta, tvOnenews.com - Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia kembali memanas setelah sebuah siaran langsung di TikTok memperlihatkan jalannya sidang internal yang berlangsung pada Senin malam, 13 April 2026. Siaran tersebut dengan cepat menyebar dan menjadi perhatian publik karena menampilkan suasana tegang yang dipenuhi teriakan massa.
Dalam siaran langsung yang diduga telah berlangsung sekitar 30 menit itu, terlihat sejumlah mahasiswa berkumpul dalam forum yang membahas kasus grup chat berisi percakapan tidak pantas. Massa yang hadir tampak tidak hanya mengikuti jalannya sidang, tetapi juga secara aktif menyuarakan tuntutan agar para pelaku dihadirkan ke hadapan publik.
Massa Desak Pelaku Ditampilkan
Sejak awal siaran, suasana sudah terlihat memanas. Massa yang memenuhi ruangan beberapa kali terdengar meneriakkan permintaan agar identitas pelaku dibuka. Desakan tersebut semakin kuat seiring berjalannya waktu, terutama karena kasus ini telah memicu kemarahan luas di kalangan mahasiswa.
Teriakan seperti “tampilkan pelaku” menggema berulang kali, menciptakan tekanan besar terhadap pihak penyelenggara sidang. Situasi ini menunjukkan betapa tingginya emosi publik terhadap kasus pelecehan seksual yang sebelumnya viral di media sosial.
Dua Mahasiswa Dihadirkan, Suasana Memuncak
Puncak ketegangan terjadi ketika dua mahasiswa yang diduga sebagai pelaku akhirnya dihadirkan ke depan massa. Keduanya tampak mengenakan kemeja putih dan celana panjang berwarna cokelat, dengan posisi tubuh menunduk saat diperlihatkan kepada peserta sidang.
Saat kedua mahasiswa tersebut muncul, reaksi massa langsung meledak. Teriakan kecaman dan kemarahan terdengar dari berbagai arah, menandakan kekecewaan mendalam terhadap tindakan yang diduga dilakukan.
Tidak hanya itu, sebagian massa juga terus mendesak agar pelaku lain yang diduga terlibat turut dihadirkan. Permintaan tersebut menambah intensitas situasi yang sudah memanas sejak awal.
Peran Civitas Akademika dan Upaya Menenangkan Massa
Di samping dua mahasiswa yang dihadirkan, terlihat pula dua orang lain yang diduga merupakan bagian dari civitas akademika. Kehadiran mereka diduga untuk mengawal jalannya proses serta memastikan situasi tetap terkendali.
Namun, kondisi sempat memanas hingga nyaris ricuh. Dalam momen tersebut, seorang perempuan yang diduga berperan sebagai penengah mencoba menenangkan massa. Ia terlihat berupaya meredam emosi dan menjaga agar forum tetap berjalan tanpa eskalasi lebih lanjut.