news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Sosok MT Terungkap di Balik Kasus FH UI: Pelaku Sekaligus Penyebar Chat Pelecehan Seksual, Bongkar Grup karena Ketahuan Pacar.
Sumber :
  • Istimewa

Sosok MT Terungkap di Balik Kasus FH UI: Pelaku Sekaligus Penyebar Chat Pelecehan Seksual, Bongkar Grup karena Ketahuan Pacar

MT, mahasiswa FH UI, jadi sorotan dalam kasus pelecehan seksual. Ia yang juga merupakan pelaku ternyata adalah penyebar chat viral karena ketahuan pacarnya.
Selasa, 14 April 2026 - 15:11 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus pelecehan seksual yang menyeret mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) terus berkembang. Fakta terbaru mengungkap sosok berinisial MT, yang menjadi salah satu figur kunci dalam terbongkarnya skandal grup chat bermuatan pelecehan seksual tersebut.

MT bukan hanya diduga sebagai bagian dari pelaku pelecehan seksual FH UI, tetapi juga menjadi orang pertama yang menyebarkan isi percakapan grup tersebut hingga viral di media sosial.

MT Jadi Sosok Awal Penyebar Chat Viral

Nama MT mencuat sebagai pihak pertama yang membocorkan isi grup chat mahasiswa FH UI yang berisi percakapan bernuansa pelecehan seksual terhadap perempuan. Chat tersebut kemudian viral di platform X dan memicu gelombang kecaman luas.

Menariknya, MT disebut tidak merasa bersalah saat menyebarkan percakapan tersebut. Ia bahkan dianggap sebagai “whistleblower” oleh sebagian pihak karena menjadi pintu awal terbongkarnya kasus pelecehan seksual FH UI.

Namun, di sisi lain, statusnya sebagai anggota grup yang juga terlibat dalam percakapan tersebut membuat posisinya dipertanyakan. Publik menilai, meskipun membuka kasus, MT tetap tidak lepas dari tanggung jawab sebagai bagian dari pelaku.

Alasan MT Tak Keluar dari Grup

Dalam forum terbuka yang membahas kasus FH UI, terungkap bahwa grup chat tersebut awalnya tidak dibuat untuk tujuan negatif. Grup itu dibentuk sejak para anggota masih mahasiswa baru (maba), dengan fungsi awal sebagai media komunikasi penghuni satu kos.

“Grup dibentuk sejak maba oleh 10 orang karena mereka tinggal di satu kos. Untuk memudahkan pembayaran dan koordinasi,” ungkap salah satu terduga anggota dalam forum tersebut.

MT mengaku tidak bisa keluar dari grup tersebut karena alasan praktis. Grup tersebut masih digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti urusan pembayaran kos dan komunikasi antar penghuni.

Hal ini menjadi sorotan, karena meski grup memiliki fungsi awal yang wajar, isi percakapannya kemudian berkembang menjadi bermuatan pelecehan seksual FH UI yang dianggap melanggar norma.

Terbongkar karena Ketahuan Pacar

Fakta lain yang tak kalah mengejutkan adalah alasan di balik keputusan MT membongkar isi grup tersebut. Terungkap bahwa percakapan dalam grup itu diketahui oleh kekasihnya.

Situasi ini diduga menjadi pemicu utama MT menyebarkan chat tersebut ke publik. Dengan kata lain, kasus pelecehan seksual FH UI yang kini menjadi perhatian nasional bermula dari konflik personal yang kemudian melebar ke ranah publik.

Pengakuan ini memicu beragam reaksi. Sebagian menilai tindakan MT sebagai langkah berani membuka kebenaran, sementara yang lain menganggapnya sebagai bentuk pembelaan diri setelah terpojok.

Awal Mula Grup Chat dan Perkembangannya

Dalam forum yang sama, terungkap bahwa grup chat FH UI tersebut awalnya beranggotakan sekitar 10 orang yang tinggal di satu kos. Seiring waktu, anggota bertambah, termasuk mahasiswa lain yang kemudian diundang, salah satunya saat memasuki semester 4.

Meski fungsi awalnya bersifat administratif, percakapan dalam grup berkembang secara tidak terkontrol. Topik mengenai perempuan disebut muncul secara tiba-tiba dan berulang, hingga akhirnya mengarah pada bentuk pelecehan seksual secara verbal dan digital.

Salah satu anggota bahkan mengaku tidak mengetahui siapa yang pertama kali memulai pembahasan tersebut.

“Saya tidak tahu siapa yang mulai. Pembahasan tentang perempuan itu muncul tiba-tiba,” ujarnya dalam forum.

FH UI dan Kasus “Polisi Seksual” yang Disorot Publik

Kasus ini semakin menjadi perhatian karena melibatkan mahasiswa FH UI, yang seharusnya memiliki pemahaman lebih baik terkait hukum dan etika. Istilah “polisi seksual” pun ramai digunakan di media sosial sebagai bentuk kritik terhadap perilaku para pelaku.

Peran MT dalam membongkar kasus ini juga memperlihatkan dinamika internal yang kompleks, di mana pelaku sekaligus menjadi sumber utama terungkapnya pelanggaran.

Hal ini menimbulkan pertanyaan besar tentang budaya dalam lingkungan mahasiswa FH UI, serta bagaimana kontrol sosial di dalamnya berjalan.

UI Tegaskan Proses Investigasi Berjalan

Pihak Universitas Indonesia melalui Direktur Humas Erwin Agustian Panigoro menegaskan bahwa kampus memandang serius kasus pelecehan seksual FH UI.

Saat ini, proses investigasi tengah berlangsung melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UI dengan pendekatan berperspektif korban.

“Setiap bentuk kekerasan seksual merupakan pelanggaran serius terhadap nilai-nilai dasar universitas,” ujarnya.

Langkah penelusuran dan verifikasi terus dilakukan secara menyeluruh, termasuk mendalami peran masing-masing mahasiswa yang terlibat, termasuk MT sebagai sosok sentral dalam kasus ini. (nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:04
08:56
05:38
05:22
01:07
01:04

Viral