- Instagram @dedimulyadi71
Dedi Mulyadi Dukung Menteri Ara Gencarkan Genteng Plered Purwakarta Masuk Gentengisasi, Siap Beri Asuransi untuk Pekerja
Purwakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali bertemu Menteri PKP, Maruarar Sirait (Ara). Pertemuan itu guna mendukung program gentengisasi nasional.
Dedi Mulyadi mendukung program ini. Gentengisasi nasional sebagai program yang digagas sekaligus digencarkan Presiden Prabowo Subianto.
Pertemuan Dedi Mulyadi membahas genteng Plered di Purwakarta. Ia menginginkan hal ini masuk program gentengisasi nasional.
Dalam pertemuan di Plered, Purwakarta, Selasa (14/4/2026), KDM sapaan akrabnya, menemani kunjungan kerja Menteri Ara. Ia bahagia gentengisasi menyasar pada genteng Plered.
"Merayakan lakunya genteng Plered, biar genteng Plered tidak lesu lagi," ujar Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi Temani Menteri Ara Tinjau Genteng Plered Purwakarta
Di momen itu, Dedi Mulyadi juga bersama Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, serta pengusaha nasional James Riady. Tujuannya untuk menemani Ara turun langsung ke sentra produksi genteng.
Menteri Ara melakukan peninjauan, tepatnya di PG Padi Super, Desa Pamoyanan, Plered, Purwakarta. Menteri PKP itu bersama KDM dan Bupati Purwakarta bertemu dengan 72 perajin genteng lokal.
Ara pun memberikan pengarahan dan sosialisasi. Tujuannya agar pelaku UMKM siap mewujudkan pelaksanaan program nasional tersebut.
Ia menginginkan kebutuhan material perumahan demi menyukseskan program perumahan rakyat ini sepenuhnya dari produk dalam negeri, khususnya program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Jawa Barat.
"Pelaksanaan program gentengisasi ini harus sesuai aturan, transparan, dan akuntabel. Kita ingin program ini tidak hanya berjalan cepat, namun juga tepat dan bisa dipertanggungjawabkan," terang Menteri Ara.
Kata Menteri Ara, potensi penggunaan genteng lokal tidak hanya pada BSPS di Jabar, tetapi juga menyasar pada sektor rumah subsidi.
Di periode 2025, sebanyak 62.591 unit rumah subsidi di Jawa Barat tercatat membutuhkan kurang lebih sekitar 730 keping genteng per unit.
Pada periode tahun ini yang akan dimulai pada April 2026, pengiriman ditargetkan sekitar 40.000 genteng. Hal ini sebagai tahap awal pelaksanaan BSPS Jabar dalam bagian dari distribusi nasional.
"Satu unit rumah membutuhkan kurang lebih 300 pcs genteng. Apabila kita dorong menggunakan genteng lokal dengan harga sekitar Rp2.300 per pcs, potensi perputaran ekonomi bisa mencapai sekitar Rp27,6 miliar," tuturnya.